Eurax

I'm singgih

Analisis Register : Field, Tenor dan Mood dalam Cerpen Gradation karya Geoff Peck

 I. Pengertian Register

Register adalah variasi bahasa dalam suatu wacana berdasarkan penggunaannya. Sedangkan wacana itu sendiri ialah penggunaan bahasa untuk merealisasikan fungsi sosial tertentu di dalam konteks situasi dan kultural tertentu (Riyadi, 2010:6).  Penentuan register ini ditentukan dari konteks situasi (medan, pelibat dan sarana). Dalam bukunya yang berjudul Logika Wacana, untuk lebih mendalami pengertian register maka dibandingkan dengan konsep dialek. Perbedaan keduanya ialah register berdasarkan penggunaannya (use), sedangkan dialek berdasarkan penggunanya (user). Walaupun lebih lanjut dijelaskan konsep keduanya bisa tumpang tindih.
Pengertian register selanjutnya dari Martin dalam bukunya Working with Discourse. Register diartikan sebagai konstruksi utama yang digunakan LSF (Linguistik Sistemik Fungsional) untuk menganalisis suatu konteks tertentu. Register dianalisis melalui metafungsi dalam field, tenor dan mode. Lebih lanjut, konsep register ini diperbandingkan dengan konsep genre. Jika register melalui metafungsi field, tenor dan mode, maka tidak dengan genre, tetapi menggunakan struktur generiknya.
Dari dua pengertian diatas dapat diambil kesamaan yaitu analisis register didapat melalui analisis field, tenor dan mode.
Field refers to what happening, to nature of the social action that is taking place: what it is that the participants are engaged in, in which language figures as some essential component.
Tenor refers to who is taking part, to the nature of the participants, their statuses and roles: what kinds of role obtaining, including permanent and temporary relationships of one kind or another, both the types of speech roles they are taking on in dialogue and the whole cluster of socially significant relationship in which they are involved.
Mode refers to what part language is playing, what it is that the participants are expecting language to do for them in the situation: the symbolic organization of the text, the status that it has, and its function in the context. (Halliday dan Hasan 1985:12 dalam JR Martin dan David Rose 2003:243)
Field (medan) mengacu pada apa yang terjadi dalam suatu proses sosial tertentu.  Berisi tentang apa, apa saja yang dilakukan oleh partisipannya dalam penggunaan bahasa sebagai medianya. Dengan kata lain, medan dianalisi agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan: kapan, dimana, bagaimana dan mengapa proses sosial itu terjadi.

Tenor (pelibat) mengacu pada siapa saja partisipan yang terlibat didalam suatu proses soial. Termasuk bagaimana hubungan antar partisipan, apakah permanen atau hanya sementara. Juga  status sosial yang diemban oleh setiap partisipan tertentu. Dalam R. santosa (2003), pelibat (tenor) dibagi menjadi 3 subbagian, yaitu afek, status dan kontak. Afek ialah penilaian antar partisipan, bernilai positif atau negatif. Status, membahas hubungan status antara partisipan. Terakhir yaitu kontak, mengacu pada penggunaan bahasa didalam proses sosial tersebut.
Mode (sarana) berisi bagaimana tata organisasi bahasanya, termasuk genre-nya apa. Gaya bahasa yang digunakan bagaimana. Begitu pula, dengan media apa penyampaiannya.
Konsep pemahaman suatu situasi sosial juga dikemukakan oleh Dell Hymes. Dell Hymes menggolongkan faktor-faktor yang melatarbelakangi suatu peristiwa tutur dalam komponen-komponen tutur. Komponen-komponen tersebut disusun sedemikian rupa sehingga huruf awal tiap-tiap komponen tersebut dapat membentuk singkatan yang mudah diingat, yaitu SPEAKING yang terdiri atas Setting and Scene (latar), Participants (peserta), Ends (hasil), Act Sequence (amanat), Key (cara), Instrumentalities (sarana), Norms (norma), dan Genres (jenis).
Pemahaman terhadap suatu proses sosial yang diutarakan Martin dan Dell Hymes, adalah setara atau sama. Aspek-aspek yang dibahas tentunya sama pula, kalaupun ada perbedaan ialah dalam istilahnya. Tenor (pelibat) memiliki maksud yang sama dengan Participants (peserta), dsb. Dalam makalah ini penulis akan mengacu pada konsep yang dikenalkan oleh LSF (Linguistik Sistemik Fungsional).
II. Analisis Register dalam Cerpen Gradation karya Geoff Peck
Cerpen ini menggunakan narasi dari sudut pandang orang ketiga tunggal. Cerpen tersebut bercerita tentang seorang supir truk, yang sedang menuju ke suatu tempat tertentu. Nilai-nilai sastra terkandung dalam cerpen ini, berisi kontemplasinya terhadap hidup yang dialaminya. Seperti diawal paragraf diceritakan bagaimana ia memilih rute perjalanan, makna yang hendak disampaikan penulisnya ialah dalam mencapai suatu tujuan tertentu ada banyak cara untuk menggapainya. Namun, dalam makalah ini tidak membahas mengenai kesusatraannya, lebih pada faktor kebahasaan atau linguistik.
Field
Pada awal cerpen berlatar satu mil dari luar batas kota Council Oklahoma, di Interstate 40 di jembatan layang  Rute 81. Kemudian berlanjut pada perjalanan melalui rute jalur barat. Latar waktu, pada pagi hari di awal November.
Bercerita tentang seorang pengemudi truk, yang sedang bertugas mengantarkan suatu barang sampai pada tujuan. Hal tersebut dilakukan sang tokoh karena memang merupakan tugasnya sebagai supir truk.
Selama perjalanan sang supir banyak melakukan perenungan mengenai hidupnya. Mulai dari mengingat perjalanan bersama keluarganya, sampai tentang kekasih dan orang tua kekasihnya. Dalam perjalanan antarnegara bagian itu ia membutuhkan obat agar tetap terjaga, karena keterbatasan ekonomi ia pun berharap pada urin pengemudi truk lain, yang dibuang pada botol, yang menurutnya masih mengandung obat yang mampu membuatnya terjaga.
Tenor
Partisipan dalam cerpen ini ialah pengemudi truk yang tidak disebutkan namanya, Ayahnya, kekasihnya, orang tua kekasihnya, seorang polisi, termasuk truk yang digunakannya. Selain pengemudi truk tersebut, partisipan yang lain tidak terlibat langsung melainkan bagian dari kontemplasinya. Terlebih teks ini menggunakan narasi orang ketiga tunggal.
Terkait afek atau penilaian, secara keseluruhan bisa disimpulkan afek negatif. Hal tersebut digambarkan pada rusaknya hubungan dengan kekasih dan orang tua kekasih. Dengan Ayahnya pun digambarkan terjadi perbedaan pendapat mengenai apakah jalur yang mereka lalui merupakan dataran tinggi atau tidak. Dengan polisi, juga ber-afek negatif, berisi kekuatirannya apabila ditangkap polisi.
Hubungan antar partisipan, antar pengemudi dengan si ayah tentu saja permanen. Sementara dengan partisipan yang lain bisa dikatakan tidak permanen atau bersifat sementara. Penggunaan bahasa cenderung informal, dapat dilihat dalam  dialog antara ia dengan ayahnya. Dengan partisipan lain tidak terjadi kontak langsung, tapi bisa dikatakan informal, karena adanya kedekatan hubungan dengan partisipan tersebut. Disamping itu, pekerjaan seorang supir truk yang miskin dapat dianalisa jika tingkat pendidikannya rendah, bahasa yang digunakan cenderung formal.
Mode
Gaya bahasa yang digunakan cenderung lisan, dengan menggunakan teks  tertulis. Genre cerpen ini ialah teks cerita rekon, dengan struktur generik paragraf 1 --> orientasi, paragraf selanjutnya sampai akhir berisi sekumpulan kejadian (sequence of events). Teks rekon ini tidak berisi re-orientation, namun hal ini tidak berpengaruh pada teks secara utuh, karena memang re-orientation bukanlah hal yang mutlak ada melainkan opsional. Teks ini cenderung rekon cerita, karena menceritakan kejadian lampau dengan narasi orang ketiga tunggal, bukan teks naratif karena tidak ditemukan resolusi ataupun coda yang menjadi anti klimaks sebuah teks naratif.
III Analisis terjemahan register dalam bahasa Indonesia
Pada makalah ini, penulis membatasi analisis pada paragraf pertama dan kedua cerpen, yang berisi orientasi dan salah satu kejadian (event) dari keseluruhan teks rekon. Penerjemahan dilakukan oleh penulis sendiri. Teks utuh terlampir.
Paragraf I orientasi,
BSu
BSa
(1)Just a mile outside the city limits of Council, Oklahoma, a man in dirty jeans and a soiled gray sweatshirt stood above Interstate 40 on the Route 81 overpass. (2a)It was an early November morning, the sun just becoming visible in the East, (2b)and he rubbed his hands together in an attempt to alleviate the chill in his bones. (3)Eighteen wheelers were starting to fly by in both directions. (4)Trucks headed east went on into Oklahoma City, from there who knows. (5)They could meet up with I-35 and travel south to Dallas or Houston. (6)North to Kansas City, Omaha or maybe all the way to the Twin Cities. (7)Possibly keep driving east over to Memphis or Nashville. (8)Might take I-44 and go straight on to St. Louis. (9)Be there by mid-afternoon.

(1)Sekitar satu mil dari luar batas kota Council Oklahoma, seorang pria bercelana jins belel dan sweter abu-abu lusuh, berdiri di Interstate 40 di jembatan layang  Rute 81. (2)Ketika itu masih pagi hari di awal November, matahari masih berada di ufuk Timur, dan ia menggosok-gosok tangannya dalam upaya untuk mengurangi dingin yang menusuk tulang. (3)Kedelapan belas roda itu mulai bergerak cepat dalam arah yang sama. (4)Truk-truk tersebut menuju ke timur ke kota Oklahoma, setelah itu tak ada yang tahu. (5)Mereka bisa saja bertemu di I-35 kemudian ke selatan sampai Dallas atau Houston. (6)Ke utara sampai kota Kansas, Omaha atau mungkin semua jalan ke Twin Cities. (7)Mungkin juga tetap mengemudi ke timur sampai Memphis atau Nashville. (8)Atau bisa juga  memilih rute I-44 dan langsung  ke St Louis. (9)Dan sampai disana pada menjelang sore hari. 
Partisipan
(1)A man
(2a)It
(2b)He
(3)Eighteen wheelers
(4)Trucks
(5)They
(1)Seorang pria
(2a)Ketika itu
(2b)Ia
(3)Kedelapan belas roda itu
(4)Truk-truk
(5)Mereka
Process
(1)stood (material)
(2a)was (relational)
(2b)rubbed (material)
(3)were (relational)
(4)headed (material)
(5)could (modal)
(6)north (material)
(7)keep driving east (material)
(8)take (material)
(9)be (material)
(1)berdiri (material)
(2a) -
(2b)menggosok-gosok (material)
(3) -
(4)menuju (material)
(5)bisa (modal)
(6)ke utara (material)
(7)tetap mengemudi ke timur (material)
(8)memilih (material)
(9)sampai (material)
circumstances
(1) Just a mile outside the city limits of Council, Oklahoma (place)
(1) above Interstate 40 on the Route 81 overpass (place)
(2a) early November morning (time)
(2b) in an attempt to alleviate the chill in his bones (manner)
(3) in both directions (place)
(4) into Oklahoma City (place)
(5) with I-35 (manner)
(6) to Kansas City (place)
(7) to Memphis or Nashville (place)
(8) on to St. Louis (place)
(9) by mid-afternoon (time)
(1) Sekitar satu mil dari luar batas kota Council Oklahoma (place)
(1) di Interstate 40 di jembatan layang  Rute 81 (place)
(2a) pagi hari di awal November (time)
(2b)dalam upaya untuk mengurangi dingin yang menusuk tulang (manner)
(3) dalam arah yang sama (place)
(4) ke kota Oklahoma (place)
(5) di I-35 (place)
(6) sampai kota Kansas (place)
(7) sampai Memphis atau Nashville (place)
(8) ke St Louis (place)
(9) pada menjelang sore hari (time)
Dengan membandingkan antara teks asli dan sasaran, berikut hal-hal yang mendapat catatan penjelasan.
1.        Partisipan,
Pada kalusa 1, 2b, 3, 4, dan 5, tidak dijumpai permasalahan dalam proses penerjemahan. Partisipan tersebut dapat langsung diterjemahkan secara harfiah. (1) A man, (4) trucks, (5)they diterjemahkan menjadi seorang pria, truk-truk, mereka. Dalam partisipan it, pada kalusa 2a, diterjemahkan menjadi ‘ketika itu’. Kemudian, kata He merupakan kata ganti pria orang ketiga tunggal, dalam kaidah BSa tidak ada pemisahan gender, untuk pria dan wanita adalah sama – ia, dia. Pada partisipan klausa 3, terjadi penambahan kata ‘itu’ karena hal tersebut eighteen wheelers yang dimaksud ialah kata ganti untuk menggambarkan sebuah truk tertentu.
Sementara pada klausa (2a), penerjemahan it selalu perlu mendapat perhatian, karena mengacu pada klausa sebelumnya. Pemilihan ‘ketika itu’ karena it menggambarkan kondisi waktu pada kejadian di klausa sebelumnya, klausa 1. Sehingga pemilihan ‘ketika itu’ sudah cukup memenuhi kriteria kualitas penerjemahan.
2.       Proses,
Pada bagian orientasi ini, didominasi proses material, dalam penerjemahannya pun dalam bentuk proses material. Namun pada bagian process klausa 2a dan 3, kata was dan were tidak diterjemahkan atau dihilangkan pada BSa. To be was dan were dapat dipadankan dengan adalah, namun dalam hal ini tidak diterjemahkan karena kesesuaian dengan kaidah BSa (bahasa Indonesia), dimana dalam beberapa contoh kasus kata ‘adalah’ tidak perlu ditambahkan. Contoh I am a student diterjemahkan menjadi ‘saya seorang siswa’ sudahlah tepat, bukan ‘saya adalah seorang siswa’. Disamping itu penambahan ‘adalah’ akan membuat teks terasa  kurang wajar dibaca.
3.       Sirkumstan
Dalam penggalan cerpen diatas, didominasi oleh sirkumstan tempat, Karena memang lazimnya sebuah teks rekon pada bagian orientasinya berisi latar tempat dan waktu. Terkait penerjemahannya juga tidak menjadi masalah dan diterjemahkan ke dalam bentuk sirkumstan tempat pula. Adapun yang menjadi catatan penerjemahan ialah pada bagian circumstances klausa 5, circumstances manner ‘with I-35’ diterjemahkan menjadi circumstances place  ‘di I-35’. Hal ini dilakukan karena ‘I-35‘ menurut konteks cerita ialah nama sebuah tempat ‘Interstate-35’, satu titik diantara jalan antarnegara bagian. Pergeseran bentuk sirkumstan ini dirasa karena memang keterkaitannya dengan isi cerpen tersebut—dari segi makna tidak terjadi adanya distorsi.
Paragraf II kejadian,
BSu
BSa
(10a)He decided (10b)he'd follow the westbound road. (11)There just seemed to be fewer options that way. (12)Trucks heading west had to go all the way to Amarillo for a decent stop. (13)He'd gone that far west with his family once. (14a)It was years before at the age of thirteen (14b)when an uncle was married in Dumas, Texas. (15)That had been nice. (16a)He remembered how when they reached Amarillo (16b)they went north up into the panhandle. (17a)Even though there weren't any mountains, (17b)he could still feel them climbing into higher altitude, (17c)but when they rolled into Dumas (17d)it was just as flat as western Oklahoma. (18)"High plains," his father said from the front seat. (19)He hadn't thought of there being a higher kind of flat.

(10)Dia memutuskan untuk memilih jalur barat. (11)Tampaknya jalan itu merupakan jalan yang jarang dipilih. (12)Truk-truk menuju ke barat dan harus melewati semua jalan menuju Amarillo agar dapat sampai ke tujuan. (13)Dia bersama keluarganya pernah melintasi jalur barat ini. (14a)Perjalanan itu terjadi bertahun-tahun yang lalu, pada saat ia masih berumur 13 tahun (14b)ketika seorang pamannya menikah di Dumas, Texas. (15)Sungguh menyenangkan. (16a)Ia ingat bagaimana dulu (16b)mereka menjulur lurus ke utara untuk sampai Amarillo. (17a)Meskipun tidak dijumpai gunung, (17b)ia bisa merasakan mereka naik ke dataran yang lebih tinggi, (17c)tapi ketika mereka sampai di Dumas, (17d)jalur hanya sedatar Oklahoma Barat. (18)"Dataran tinggi" ujar Ayahnya dari kursi depan. (19)Dia tidak sependapat bahwa jalur itu merupakan dataran yang lebih tinggi.
Partisipan
(10a)He
(10b)he
(12)trucks
(13)he
(14a)it
(14b)an uncle
(16)he
(17b)he
(17c)they
(17d)it
(18)his father
(19)he
(10)Dia
-
(12)truk-truk
(13)dia
(14a)Perjalanan itu
(14b)seorang pamannya
(16)ia
(17b)ia
(17c)mereka
(17d)jalur
(18) Ayahnya
(19)dia
Process
(10a)decided (mental)
(10b)he'd follow (modal)
(11)seemed (mental)
(12) had to go (modal)
(13)He'd gone (relational)
(14a)was (relational)
(14b) was married (material)
(16a) remembered (mental)
(16b) went (material)
(17a) weren't (relational)
(17b) could still feel (modal)
(17c) rolled (material)
(17d) was (relational)
(18) said (mental)
(19)hadn't (relational)
(10a)memutuskan (mental)
(10b)untuk mengikuti (sirkumstan tujuan)
(11)tampaknya (mental)
(12) harus melewati (modal)
(13)pernah melintasi (relational)
-
(14b) menikah (material)
(16a) ingat (mental)
(16b) menjulur (material)
-
(17b) bisa merasakan (modal)
(17c) sampai (material)
-
(18) ujar (mental)
-
circumstances
(13) with his family (manner)
(14a) at the age of thirteen (time)
(14b) in Dumas, Texas. (place)
(16b) into the panhandle (place)
(17b) into higher altitude (place)
(17c) into Dumas (place)
(17d)as flat as western Oklahoma (manner)
(18)from the front seat. (place)
(13) bersama keluarganya (manner)
(14a) masih berumur 13 tahun (time)
(14b) di Dumas, Texas. (place)
(16b) lurus (manner)
(17b) ke dataran yang lebih tinggi, (place)
(17c) di Dumas, (place)
(17d) sedatar Oklahoma Barat. (manner)
(18) dari kursi depan. (place)
1.        Partisipan,
Dalam penerjemahan partisipan, ada beberapa hal yang perlu menjadi catatan. Pertama, pada klausa 10a dan 10b, partisipan he pada masing-masing klausa dilebur menjadi satu, dari dua klausa menjadi satu klausa. Dari segi bentuk linguistik memang terjadi perubahan, tapi tidak terjadi distorsi makna dan klausa menjadi lebih wajar di baca. Kedua, serupa pada penerjemahan pargraf I, penerjemahan kata it. Penerjemhan it selalu mengacu pada kalimat sebelumnya, kata itu menggantikan apa. Dalam kasus ini, klausa 14a dan 17 d, diterjemahkan mengacu pada kejadian sebelumnya yaitu menjadi ‘perjalan itu’ dan ‘jalur’.
2.       Proses,
Seperti pada paragraf sebelumnya, penerjemahan to be (relational process) tidak di terjemahkan.  Selain itu, pada klausa 10b, modal would follow diterjemahkan menjadi ‘untuk mengikuti’ (circumstances purpose). Perubahan ini dilakukan karena klausa ini merupakan penggabungan dua klausa, dari 2 proses diterjemahkan menjadi 1 proses. He decided he'd follow --> memutuskan untuk mengikuti. Hal ini dilakukan agar klausa terasa wajar dibaca tanpa perlu pengulangan subyek ‘dia’.
3.       Sirkumstan
Sebagian besar penerjemahan sirkumstan pada paragraph ini tidak menjadi masalah. Namun, ada satu yang perlu mendapatkan catatan penerjemahannya. Yaitu pada klausa 16 b, frasa into the panhandler (sirkumstan tempat) diterjemahkan menjadi sirkumstan manner ‘lurus’. Pemilihan ini dilakukan karena memang frasa maksud dari frasa into panhandler ialah menggambarkan jalan yang lurus tanpa kelokan. Atas dasar itu maka penerjemahan menjadi bentuk manner ‘lurus’. Dari segi bentuk linguistik memang terjadi perubahan, namun dari sisi makna tidak terjadi perubahan.
Dari catatan di atas, terjadi beberapa perubahan bentuk linguistik, namun dapat dikatakan tidak mempengaruhi makna, hal tersebut dilakukan karena kesesuaian dengan kaidah BSa dan konteks cerita secara keseluruhan.
IV. Simpulan
                Sosiolinguistik merupakan cabang linguistik yang mengkaji keterkaitan bahasa dan proses sosialnya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan analisis register (field, tenor, mood). Terkait penerjemahan, dalam menerjemahakan suatu teks harus lebih teliti memperhatikan hal-hal sosial yang melatar belakangi suatu teks. Dengan kata lain, terjemahan yang baik ialah register dalam BSu dan BSa setara atau sama. Idealnya, bentuk bahasa sama dan tanpa distorsi makna. Akan tetapi, ketika sulit mempertahankan bentuk linguistiknya, kesepadanan makna sebaiknya tetap diutamakan.