Tensi 154

31 Agustus 2026

Hari ini Samarinda masih terus berharap turunnya hujan. Bahkan, air laut perlahan mulai masuk ke Sungai Mahakam. 

Saya berangkat ke kantor seperti biasa. Kemarin saya baru saja memotong rambut karena sudah terasa agak gondrong.

Setibanya di kampus, saya menyelesaikan beberapa berkas paraf dan disposisi dari Dekan. Kemudian, urusan tersebut langsung saya teruskan kepada Kabag Umum. Setelah itu, saya menghadiri rapat keuangan. Rapat ini khusus membicarakan skema pembiayaan untuk acara Peksiminas. Insya Allah, tim tari dari FIB Unmul akan ikut tampil dalam ajang tersebut.

Sayangnya, hari ini tekanan darah saya mendadak naik menyentuh angka 154. Sehingga, badan saya terasa agak kurang enak. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk beristirahat dan pulang lebih cepat. Saat perjalanan pulang, saya menyempatkan mampir membeli gorengan di dekat flyover Juanda.

Sesampainya di rumah, saya langsung disambut dengan lauk favorit. Menunya masih berupa sajian limpa goreng yang super enak. Selain itu, hari ini juga ada tambahan menu berupa otak goreng.

Lebih mendebarkan mana, memantau naiknya air laut ke Mahakam atau melihat naiknya angka tensi darah ke 154?

0 comments:

Post a Comment