1 September 2026
Kemarin status darurat kemarau resmi diumumkan. Bapak Walikota mengabarkan bahwa air laut mulai masuk ke sungai. Jika kadar klorida terlalu tinggi, maka mesin air PDAM harus segera dimatikan.
Selain itu, pagi ini cuaca juga terasa sangat berkabut. Asap kebakaran hutan ternyata sudah sampai ke kawasan Samarinda. Akibatnya, anak-anak sekolah diminta untuk kembali memakai masker. Situasi ini seketika membuat saya teringat pada zaman pandemi Covid.
Setibanya di kampus, saya mengerjakan tugas administratif seperti biasa. Saya menyelesaikan beberapa disposisi dari Dekan.
Setelah itu, saya mengajar mata kuliah ITS yang kini memasuki pertemuan ketiga. Materi hari ini mengupas tentang hal-hal mendasar dalam dunia penerjemahan.
Selesai mengajar, saya sempat mengobrol santai bersama pimpinan. Kami membahas banyak hal, termasuk persiapan acara Peksiminas.
Setelah itu, saya juga berdiskusi dengan Dekan saja terkait urusan tugas belajar. Saya telah menyusun jadwal tugas belajar dosen FIB secara bergiliran hingga tahun 2030. Urutan tersebut sudah tersusun rapi dan disepakati. Sehingga, tidak bisa jika ada dosen yang tiba-tiba ingin berangkat duluan.
Siang harinya, saya makan ayam bakar Mas Mentri. Rasanya lumayan enak. Meskipun, porsi nasi dan saus kacangnya tergolong sedikit. Sambil bersantai, saya asyik mengemil kacang kulit. Saya juga menyempatkan diri mendengarkan Podcast Seminggu. Hari ini saya memang sedang suka mendengarkan lagu-lagu di album lama The Killers melalui Spotify. Menjelang sore, ada pertunjukan untuk mahasiswa baru prodi Tari FIB. Acaranya berlangsung dengan sangat seru dan ramai.
Sore harinya, saya bergegas pulang. Saya mampir menjemput anak yang pulang sore karena ada kegiatan ekskul. Sebelum tiba di rumah, saya mampir sebentar ke rumah eyang. Tujuannya adalah untuk mengambil kartu ATM. Sebab, setiap tanggal satu saya selalu bertugas mengambil uang pensiun eyang dan ibu. Sesampainya di rumah, saya langsung menyantap bakso yang sudah disiapkan oleh istri. Lalu, saat waktu Magrib tiba, saya pergi ke ATM untuk mengambil uang sekaligus mentransfernya.
Lebih menyesakkan mana, menghirup tebalnya asap kebakaran hutan atau melihat sedikitnya bumbu kacang ayam Mas Mentri?
0 comments:
Post a Comment