30 Agustus 2026
Hari ini rasanya sungguh sangat mengantuk. Bahkan, rasanya sengantuk saat jarum jam menunjuk pukul sebelas malam.
Hari ini saya menghabiskan waktu seharian di rumah. Tidak banyak aktivitas yang saya lakukan.
Pagi harinya, saya menyeduh kopi buatan sendiri. Kemudian, sekitar pukul sepuluh pagi saya sarapan. Menunya adalah sayur bening bayam dan ikan layang. Lalu, ada tambahan lauk telur puyuh serta kulit ayam goreng. Rasanya sungguh enak dan kuah beningnya segar. Selain itu, istri juga merebus kacang tanah untuk camilan. Kacang tersebut dipresto sehingga teksturnya menjadi sangat lembut. Setelah kenyang, saya langsung tertidur seharian hingga sore hari.
Sore harinya, saya berkunjung ke rumah eyang. Di sana ada keponakan saya yang berkuliah di ITS Surabaya. Namanya adalah Naufal Tsaqif dan anaknya gemoy. Saat ini dia sedang menjalani kuliah praktik di Balikpapan. Namun, besok dia harus segera kembali ke Surabaya. Sebab, hari Senin besok dia sudah mulai masuk kuliah.
Dari rumah eyang, saya meluncur ke Teras Samarinda. Tujuannya adalah membeli dimsum Sumbuddy. Sayangnya, varian yang tersisa hanya saus mentai. Padahal, saya jauh lebih menyukai varian saus putih atau brulee. Setelah itu, saya melihat ada penjual pizza bernama Candu. Saya pun iseng mencoba membelinya. Ternyata, rasanya juga sangat enak.
Saat Magrib tiba, saya bergegas pulang ke rumah. Sebab, rencananya malam ini saya masih ingin menyantap sisa sayur bening tadi pagi.
Lebih menggemaskan mana, pipi keponakan yang gemoy atau lembutnya kacang rebus presto buatan istri?