Nilai Pas

27 September 2026

Hari ini adalah hari Minggu. Hari ini adalah hari libur. Saya masih dalam masa pemulihan badan. Sebab, saya baru saja pulang dari agenda visitasi di Muara Kaman dan Tenggarong.

Pagi ini saya menyeduh kopi dingin buatan sendiri. Kopi ini rasanya semacam *cold brew*. Untuk sarapan, saya makan tempe goreng dan hati goreng. Lauk ini disajikan bersama timun dan sambal. Alhamdulillah, perut saya menjadi sangat kenyang. Siang harinya, saya tidur untuk beristirahat.

Setelah bangun tidur, saya langsung makan siang. Masih ada sisa hati goreng dari sarapan tadi. Tetapi, kali ini ditambah sop bakso ikan dan camilan pempek Bontang. Alhamdulillah, semua makanannya enak.

Hari ini saya juga fokus menemani anak belajar. Besok Senin dia ada jadwal ulangan mata pelajaran PJOK dan Al-Islam. Cara belajarnya adalah membaca materi dan membaca latihan soal. Kalau sudah selesai, istri saya akan memberikan pertanyaan tentang isi materinya. Mudah-mudahan anak saya bisa menjawab semuanya. Dan, semoga dia mendapat nilai yang sesuai, pas, dan cocok.

Di kelas, saya juga sering mengingatkan mahasiswa tentang konsep nilai ini. Kebanyakan mahasiswa selalu mengejar dan meminta nilai A. Padahal, nilai A itu belum tentu baik buat mahasiswa. Mintalah nilai yang sesuai, pas, dan cocok. Yaitu nilai yang bisa memacu kita untuk menjadi lebih baik lagi.

Malam ini, saya berencana makan bakso. Saya ingin meracik kuahnya menjadi pedas, manis, dan asam. 

Mahasiswa saya nasihati supaya mencari nilai yang pas, termasuk meracik kuah bakso. 

Godaan Limpa

26 September 2026

Kemarin hujan gerimis akhirnya turun. Alhamdulillah. Status WA langsung heboh membahas ini. Fenomena ini memang sangat dinanti-nanti.

Pagi ini saya mulai menyicil laporan akreditasi. Laporan ini adalah hasil visitasi di Muara Kaman dan Tenggarong kemarin. Saya harus menyicil karena pekerjaannya pasti belum selesai hari ini.

Saya mengerjakan laporan tersebut di warkop Hayyu. Awalnya saya ingin memesan seduhan V60. Namun, biji kopinya ternyata sedang kosong. Akhirnya, saya memesan es Americano saja. Saya sudah terbiasa dengan warkop ini. Oleh karena itu, saya lebih sering datang ke sini. Sekitar jam 12 siang, saya beranjak pulang ke rumah. Saya berhasil menyelesaikan penilaian individu untuk dua sekolah. Walaupun begitu, masih ada tahapan laporan lanjutan setelah ini.

Siangnya, saya menyantap masakan istri di rumah. Lauk utamanya adalah ikan asin masak coan-coan. Rasanya sungguh enak sekali. Dahulu, almarhum nenek beberapa kali pernah memasak hidangan ini. Waktu di Solo, nenek biasanya memakai ikan gereh besek. Selain itu, ada juga tambahan limpa goreng. Menurut saya, jeroan sapi yang paling enak adalah limpa. Rasanya bahkan lebih nikmat daripada daging sapi. Dicampur coto enak, lalu digoreng juga luar biasa lezat. Semuanya semakin pas dengan tambahan lalapan timun dan sambal terasi.

Sore harinya, saya dan istri pergi ke Tepian. Kami berdua membeli dimsum merek Sumbuddy. Ini adalah dimsum favorit keluarga kami. Dahulu, gerainya ada di Big Mall. Sekarang, mereka berjualan jika ada acara di Tepian. Sayangnya, ukuran dimsum ini agak mengecil. Bentuknya tidak lagi segendut dahulu. Karena sedang lapar-laparnya, enam biji dimsum itu langsung saya habiskan setiba di rumah.

Malam harinya, saya makan nasi dengan coan-coan ikan asin lagi. Saya sama sekali belum bosan karena rasanya memang seenak itu.

Ukuran dimsum Sumbuddy boleh saja menyusut drastis, tetapi porsi makan saya gara-gara coan-coan ikan asin dan limpa goreng justru semakin membesar.

Anggaran, Gas dan Galon

25 September 2026

Pagi yang cerah. Namun, badan belum sepenuhnya pulih. Pagi ini saya kembali ditemani kopi hitam.

Hari ini saya mengajar kelas pengganti. Materinya tentang penilaian kualitas terjemahan. Ini materi terakhir sebelum ujian tengah semester. Insyaallah, ujian dilaksanakan minggu depan.

Setelah mengajar, saya mengikuti rapat terbatas. Agendanya membahas sisa anggaran yang belum terealisasi. Pembahasannya penting, sehingga harus segera ditindaklanjuti.

Selesai rapat, saya memilih pulang lebih cepat. Badan masih kurang enak. Karena itu, istirahat menjadi prioritas.

Siang ini, istri berencana mengikuti lomba tumpeng pada acara Dies Natalis Unmul. Semoga acaranya lancar dan hasilnya membanggakan.

Sesampainya di rumah, ternyata gas habis. Galon juga habis. Saya pun memesan keduanya kepada tetangga. Sekarang tinggal menunggu diantar.

Hari ini mengajarkan satu hal: bukan hanya anggaran yang perlu direalisasikan, gas dan air pun ternyata menuntut hal yang sama.