Mi Ayam Sachet

3 Oktober 2026

Hari ini adalah hari Sabtu. Ini adalah waktunya hari libur. Saya pun menghabiskan waktu dengan bersantai di rumah.

Pagi ini saya menikmati kopi. Sebelumnya, saya sangat rajin membuat racikan V60 sendiri. Saya bahkan sudah membeli bahan dan peralatannya secara khusus. Tetapi akhir-akhir ini, saya merasa lebih enak menyeduh kopi saset Kapal Api. Kopi ini bisa langsung diseduh memakai air dingin. Prosesnya jelas jauh lebih praktis.

Sekitar pukul sebelas siang, saya baru sarapan. Saya makan sayur santan daun singkong. Sayur ini adalah sisa masakan kemarin. Masakan bersantan itu memang semakin dipanasi akan menjadi semakin enak. Untuk lauknya, saya menyantap empal sapi goreng.

Siang harinya, istri pergi keluar untuk membeli makan siang. Kami memesan mi ayam. Saya hanya menyukai Mi Ayam Jakarta di kawasan Siradj Salman. Saya sudah memakan mi ayam ini sejak masih kecil. Warungnya pun sukses bertahan selama berpuluh-puluh tahun. Sehingga, standar rasa mi ayam yang enak bagi saya ya harus seperti ini. Anak kedua saya rupanya memiliki selera yang sama. Sementara itu, istri dan anak pertama saya memang suka, tetapi mi ini bukan favorit mereka. Bagi saya pribadi, ini tetaplah mi ayam favorit nomor satu.

Selain mi ayam, istri juga membeli gorengan tahu jontor. Dia juga membeli air kelapa murni. Air kelapa ini langsung saya masukkan ke dalam kulkas. Jika air kelapa ditambah es batu, rasanya akan menjadi kurang enak. Sehingga, airnya harus didinginkan secara murni di dalam kulkas.

Sore harinya, kami menunggu pengumuman anak kedua. Dia baru saja mengikuti lomba bahasa Inggris. Kami memantau hasil pengumumannya secara daring.

Seharian ini fisik saya sukses beristirahat dan sama sekali tidak keluar dari pintu rumah. Sayangnya, pikiran saya tetap saja harus berangkat bekerja ke kampus. Sebab, di sela-sela waktu santai itu saya rupanya harus tetap mengoreksi skripsi mahasiswa.

Batik Pernikahan

2 Oktober 2026

​Hari ini adalah tanggal 2 Oktober. Hari ini bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional. Lebih spesial lagi, hari ini juga merupakan hari ulang tahun pernikahan saya dan istri. Tahun ini adalah perayaan kami yang ke-15. 

Walaupun ada momen spesial, suasana Jumat ini terasa sangat sepi karena aturan WFA masih berlaku di kampus.

​Meskipun saya tetap ngantor, tidak banyak pekerjaan hari ini. Saya hanya menyicil koreksian ujian tengah semester mata kuliah ITS. Sayangnya, banyak nilai mahasiswa yang memprihatinkan. Sementara itu, FIB hari ini membuat karangan bunga. Karangan bunga ini ditujukan untuk rektor terpilih periode selanjutnya.

​Sebelum waktu salat Jumat tiba, saya memutuskan untuk pulang. Saya menunaikan salat di masjid dekat rumah. Di perjalanan pulang, saya mampir membeli tahu jontor. Saya memilih tahu pedas isi sayur dan tahu bakso. Harganya tiga ribu rupiah per biji. Jajanan ini termasuk gorengan favorit saya.

​Sesampainya di rumah, istri sedang sibuk memasak. Menunya adalah sayur santan daun singkong, empal daging, dan tahu goreng. Namun, daging empal harus direbus lama supaya benar-benar empuk. Karena sudah terlanjur lapar, saya akhirnya meminta dibuatkan telur ceplok. Hari ini saya makan cukup banyak. Selesai makan dan salat Jumat, saya menyempatkan diri untuk tidur sebentar.

​Sehabis magrib, saya berkunjung ke rumah ibu. Saya ingin mengabarkan rencana keberangkatan ke Makassar dalam waktu dekat. Saya pergi ke sana bersama anak kedua. Setelah dari rumah ibu, kami lanjut berbelanja camilan di Era Mart.

​Ternyata, belanja camilan saja menghabiskan uang hingga 150 ribu rupiah. Nominal ini lumayan mahal, sehingga kebiasaan ini tidak bisa sering-sering dilakukan. Kemudian, istri juga berpesan untuk dibelikan minuman sarabba hangat di Jalan Siradj Salman. Setibanya kembali di rumah, saya kembali duduk bekerja untuk mengoreksi skripsi mahasiswa.

​Ternyata, merayakan ulang tahun pernikahan ke-15 dengan tagihan camilan mahal di Era Mart masih jauh lebih melegakan daripada harus melihat deretan nilai ujian mahasiswa yang memprihatinkan hari ini.

Soto Tanpa Nasi

1 Oktober 2026

Pagi ini adalah hari Kamis. Cuacanya terasa sangat panas. Sepanas suhu politik pemilihan rektor.

Kemarin, hasil pemilihan rektor Unmul sudah beredar dan diumumkan. Hari ini sempat ada demonstrasi terkait hasil tersebut. Kabarnya, massa sampai menutup pintu masuk kampus. Namun, saya berangkat ke kantor sangat pagi setelah mengantar anak sekolah. Sehingga, saya masih keburu masuk melalui gerbang depan. Saat itu, para pendemo belum datang dan belum menutup pintu.

Kegiatan hari ini berjalan seperti biasa. Ada beberapa surat disposisi dari Dekan. Surat tersebut langsung saya teruskan kepada Kabag Umum. 

Selanjutnya, saya menyicil koreksi ujian tengah semester mata kuliah ITS. Sayangnya, banyak mahasiswa yang mendapat nilai kurang.

Di sela-sela mengoreksi, saya menyempatkan diri mengobrol dengan para wakil dekan FIB.

Setelah itu, saya masuk menghadap Dekan. Ada beberapa hal yang perlu saya laporkan. Laporan ini secara khusus terkait urusan keuangan dan kepegawaian.

Menjelang sore, saya bersiap untuk pulang. Ternyata hujan turun membasahi kampus. Alhamdulillah. Sesuai janji, saya tidak akan mengeluhkan datangnya hujan lagi.

Setelah hujan reda, barulah saya pulang. Di jalan, saya mampir membeli gorengan tahu isi sayur. Sesampainya di rumah, istri rupanya baru selesai menggoreng tempe. Rasanya sangat enak karena langsung dimakan saat masih panas. Sore harinya, istri pergi menjemput anak sekolah. Saat pulang, dia mampir membeli soto Lamongan di dekat Rumah Sakit AWS. Warung ini memang langganan kami. Saya memakan soto tersebut tanpa nasi. Saya hanya memakai bihun dan kuahnya saja. Rasanya sungguh enak dan segar. Istri juga khusus menggoreng perkedel kentang untuk tambahan lauknya. Perpaduan perkedel dan soto ini sangat cocok. Rasanya benar-benar menyatu dan kawin di lidah.

Saya sengaja makan soto tanpa nasi putih dengan niat mengurangi karbohidrat. Tetapi sebagai gantinya, perut saya justru dijejali bihun, perkedel kentang, tahu isi, dan tempe goreng secara bersamaan.