Baju Nusantara

13 Agustus 2026

Hari yang terjaga, seperti ketika kancilen.

Pagi ini, saya mengantar anak ke sekolah. Setelah itu, saya mampir untuk ngopi. Saya membeli Americano di Alfamart. Harganya murah, hanya lima belas ribu rupiah. Namun, rasanya lumayan sedap.
Hari ini ada kegiatan literasi. Acaranya berlangsung seharian penuh. Di sela kegiatan, saya sempat menikmati kopi V60. Biji kopinya menggunakan Gunung Halu. Ini adalah kopi favorit saya. Sayangnya, rasa seduhan kali ini agak kurang. Meskipun begitu, rasanya tetap segar karena disajikan dingin.

Siang harinya, saya menyantap makan siang. Menunya adalah ikan patin bakar. Rasanya sungguh enak.

Kemudian, ada pengumuman masuk di grup kantor. Isinya terkait upacara tanggal 17 Agustus. Lokasi upacaranya berada di GOR. Kami diwajibkan memakai pakaian budaya Nusantara.

Malam harinya, saya kembali makan enak. Kali ini menunya adalah bakso. Bakso sapi ini terasa sangat lezat.

Siang makan patin, kalau malam makan bakso, masih muatkah perut ini saat dibalut pakaian budaya Nusantara nanti?

Kejar Realisasi

12 Agustus 2026

Hari yang ternyata padat, sepadat tidak BAB beberapa hari.

Pagi ini berjalan persis seperti kemarin. Saya berangkat mengantar anak. Setelah itu, saya mengisi presensi melalui aplikasi.

Hari ini saya kembali mengajar mata kuliah ITS. Materinya sama seperti kemarin. Namun, pesertanya dari kelas yang berbeda. Ini merupakan pertemuan perdana. Oleh karena itu, kami lebih banyak membahas kesepakatan kelas. Selain itu, kami membicarakan rencana pertemuan ke depan. Kelas ini juga diampu secara bertim.

Di kelas, kami membahas aturan keterlambatan dan konsep penilaian. Kemudian, kami membicarakan penugasan dan rencana materi. Saya juga menanyakan harapan mahasiswa untuk kelas ini. Seingat saya, beberapa mahasiswa menginginkan suasana kelas yang fun.

Selesai mengajar, saya meneruskan lembar disposisi dari Dekan. Isinya memuat beberapa hal operasional. Misalnya seperti urusan peminjaman barang.

Selanjutnya, Dekan meminta saya pergi ke rektorat. Saya bertugas mengecek beberapa dokumen. Di antaranya adalah masalah SK dan status dosen di PDDikti serta SISTER. Oleh sebab itu, saya menemui beberapa pihak. Saya bertemu dengan bagian HTL, Kabag, dan juga Wakil Rektor 2.

Setelah dari rektorat, saya rapat bersama staf keuangan. Kami membahas urusan perencanaan keuangan. Kami mengecek angka realisasi anggaran. Sebab, sekarang sudah masuk bulan Agustus. Anggaran yang sekiranya sulit terserap tentu memerlukan perhatian khusus.

Kemudian, agenda berlanjut dengan menemui Wakil Rektor 4. Kami membahas tindak lanjut perencanaan anggaran. Setelah semua itu, saya ternyata masih harus menyelesaikan beberapa urusan administrasi.

Saat Magrib, saya akhirnya tiba di rumah. Istri saya ternyata menggiling bakso isi keju. Rasanya sungguh sangat enak. Selanjutnya, saya langsung menyantap makan malam. Menunya adalah ikan patin kuah kuning. Masakan ini diolah memakai campuran belimbing wuluh. Rasanya benar-benar luar biasa nikmat.

Mengapa anggaran ada yang sulit diserap daripada segarnya ikan patin kuah kuning ini?

Kampus Sepi

11 Agustus 2026

Pagi yang kepagian, laksana manusia yang tidur cepat malam sebelumnya.

Pagi hari, saya pergi ke kantor. Saya ada janji dengan dua orang dosen. Kami perlu berdiskusi. Topiknya adalah pengembangan SDM di FIB Unmul. Setelah itu, saya lanjut berdiskusi berdua dengan Dekan. Kami membicarakan banyak hal. Topiknya sangat bermacam-macam.

Kemudian, saya lanjut mengajar. Ini adalah pertemuan perdana untuk semester ganjil. Mata kuliahnya adalah Introduction to Translation Studies (ITS). Kelas ini diampu secara bertim. Hari ini, saya belum memberikan materi penuh. Namun, kelas saya isi dengan penjelasan lesson plan untuk enam belas pertemuan ke depan. Saya juga membagikan handout. Tujuannya agar mahasiswa bisa memfotokopinya untuk membuat catatan pelengkap PPT. Selain itu, kami membahas kesepakatan kelas, aturan keterlambatan, dan sistem penilaian. Seperti biasa, saya meminta mahasiswa menuliskan ekspektasi mereka. Lalu, saya membaca catatan tersebut satu per satu.

Selesai mengajar, saya menyalakan komputer. Niatnya, saya ingin mengedit artikel ketiga. Artikel itu bersiap untuk di-submit. Tetapi, rasa malas tiba-tiba datang. Oleh karena itu, saya malah menyetel Spotify.

Lalu, hari ini ada dosen yang berulang tahun. Kami pun makan Bakso Bintang Malang. Alhamdulillah.

Sore harinya, saya mengobrol dengan beberapa dosen. Bulan ini, ada tiga orang dosen yang akan berangkat studi S3. Alhasil, suasana kampus pasti akan menjadi lebih sepi.

Setelah itu, saya pulang ke rumah. Istri saya ternyata membeli buah cempedak. Kualitasnya sangat super. Buahnya besar-besar. Dagingnya tebal, manis, dan enak. Lalu, saya merebus bijinya untuk dimakan. Rasanya memang enak, tetapi teksturnya sangat bergetah. Sepertinya, biji itu harus dicuci terlebih dahulu sebelum direbus.

Malam harinya, saya menyantap makan malam. Menunya adalah tongkol bumbu habang. Lalu, ada tambahan bayam rebus dan kerupuk. Rasanya luar biasa nikmat.

Mengapa rasa malas mengedit artikel ini justru terasa lebih lengket daripada getah biji cempedak rebus tambah garam?