Kabar Baik

4 November 2026

​Hari ini adalah hari Rabu yang terencana. Pagi harinya, saya pergi ke gedung rektorat bersama Dekan. Kami memiliki urusan yang harus segera diselesaikan. Setelah itu, kami mampir menemui Kabag Umum rektorat. Kebetulan, kami mendapatkan jatah meja dari rektorat. Saya pun meminta tolong staf untuk mengambilnya.

​Siang harinya, saya menyantap bekal buatan istri. Menunya adalah telur dadar dan tahu bakso. Rasanya sungguh enak sekali. Selesai makan, saya menunggu sebuah kabar. Saya menunggunya dari siang sampai sore. Alhamdulillah, saya mendapat kabar baik pada sore hari.

​Hari ini saya berangkat bekerja membawa mobil. Padahal, biasanya saya selalu menaiki motor. Jarak dari kantor ke rumah biasanya hanya memakan waktu sepuluh menit. Namun, perjalanan kemarin molor panjang menjadi 45 menit. Jalanan ternyata macet pol.

​Hati terasa sangat lega karena mendapat kabar baik, tetapi kaki malah pegal karena terjebak macet pol.

Badai Selasa

3 November 2026

Hari ini adalah hari Selasa. Suasananya terasa agak repot. Serepot naik motor dengan muatan belanjaan yang banyak.

Pagi ini muncul kabar kurang enak terkait urusan kantor. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus segera difokuskan. Selanjutnya, kami mengadakan rapat koordinasi pimpinan guna membahas agenda-agenda esensial. Namun, jalannya rapat hari ini sempat diwarnai oleh sedikit badai.

Setelah itu, saya bersiap untuk sebuah pertemuan sore. Meskipun demikian, agenda tersebut akhirnya batal setelah ditunggu sejak siang.

Pada akhirnya, saya memilih untuk segera pulang. Sesampainya di rumah, saya makan soto daging menggunakan perkedel dan kerupuk udang. Alhamdulillah, rasanya sangat lezat dan mengenyangkan.

Sebagai penutup, malam harinya saya mengemil pempek. Camilan ini saya beli dari seorang teman sesama dosen.

Kantor boleh badai, perut tetap damai.

Mangut Lele Limpa

2 November 2026

Senin. Hari yang penuh semangat. Saya terjadwal mengajar mata kuliah Metodologi Penelitian.

Materi hari ini berfokus pada previous studies. Mahasiswa yang menyusun skripsi wajib mencari penelitian relevan yang sudah selesai. Formulanya bisa berupa teori sama namun objek berbeda, atau sebaliknya. Tujuannya untuk menemukan kebaruan. Hal ini penting agar terhindar dari duplikasi penelitian yang sama persis. Mahasiswa harus cermat dalam memilih dan membandingkan.

Selesai mengajar, saya mencicil koreksi makeup test Penerjemahan. Sayangnya, nilai beberapa mahasiswa masih saja kurang maksimal. Di sela-sela itu, saya memproses beberapa disposisi dari Dekan. Berkasnya langsung saya teruskan ke Kabag Umum. Hari ini juga ada dosen yang menghadap terkait urusan studi lanjut. Bagaimanapun juga, pengembangan SDM di fakultas perlu terus dilakukan.

Siang harinya, saya membuka bekal super spesial dari istri. Jeroan favorit saya adalah limpa goreng. Masakan favorit saya adalah mangut lele pedas buatan istri. Bekal hari ini menghadirkan combo dari keduanya. Rasanya sungguh super mantap.

Sore hari sampai di rumah, ternyata sedang mati lampu. Listrik baru menyala menjelang Magrib. Begitu terang, saya langsung makan mangut lele dan limpa goreng lagi. Saya belum bosan. Sepertinya saya memang tidak akan pernah bosan dengan menu ini.

Mahasiswa dituntut mati-matian mencari kebaruan skripsi, tapi lidah saya tetap menolak move on dari combo mangut dan limpa.**