Gengsi Negara

15 Oktober 2026

​Hari ini adalah hari Kamis. Ternyata berita tentang kabut asap masih mendominasi di mana-mana di wilayah Kaltim. Bahkan, saya melihat ada beberapa komplain dari warga negara tetangga saat menonton TikTok.

​Sampai saat ini, status kejadian ini belum dinaikkan menjadi bencana nasional. Padahal, jika berstatus bencana nasional, bantuan dari luar negeri bisa ikut masuk. Selain itu, pemanfaatan anggaran penanggulangan juga bisa menjadi lebih leluasa. Namun, situasi darurat ini memang berhadapan langsung dengan sentimen nasionalisme. Keputusan untuk meminta bantuan seakan-akan membuat kita terlihat tidak mampu menyelesaikan masalah di rumah sendiri.

​Kita tentu sudah melihat efek asapnya yang menyeberang hingga ke negara tetangga. Oleh karena itu, pemerintah perlu mempertimbangkan opsi untuk membuka jalur bantuan internasional. Langkah awalnya adalah dengan segera menaikkan status bencana asap ini. Bagaimanapun juga, kesehatan paru-paru masyarakat Kaltim harus terus menjadi prioritas utama.

​Gengsi negara terus dijaga setinggi langit, padahal napas warganya sudah megap-megap.

Rabu Biasa

14 Oktober 2026

Hari Rabu yang biasa. Mirip dengan Rabu lalu.

Pagi ini sebenarnya ada rencana kegiatan bersama pimpinan di BPK Kaltimtara. Namun, ada rapat keuangan yang harus diikuti. Pembahasannya masih seputar realisasi anggaran menjelang akhir tahun.

Sepertinya kami harus mulai bersiap. Efisiensi mungkin akan datang lagi. Seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ada beberapa disposisi yang masuk. Semuanya saya teruskan kepada Kepala Bagian Umum untuk ditindaklanjuti.

Siang hari, saya makan pentol. Saya juga membeli dua potong ayam goreng tepung. Namun, pentolnya sudah membuat kenyang. Ayamnya pun tidak jadi saya makan.

Saya juga memesan peyek melalui salah seorang staf. Peyeknya enak. Renyah. Kriuknya pas.

Siang ini saya menerima tiga mahasiswa untuk bimbingan. Dua mahasiswa sedang mempersiapkan seminar proposal. Satu mahasiswa sudah selesai seminar proposal dan sedang melakukan perbaikan.

Saya memintanya menyelesaikan satu contoh analisis data terlebih dahulu. Jika contoh itu sudah tepat, barulah saya memintanya menganalisis seluruh data. Lebih baik memastikan langkah awalnya benar agar tidak perlu mengulang semuanya.

Hari ini juga ada dosen yang berulang tahun. Saya mendapat es cokelat dan kue. Kuenya enak. Tidak terlalu manis.

Sore hari, saya pulang lebih cepat. Anak kedua mengirim pesan melalui WhatsApp. Ia meminta saya segera pulang karena listrik di rumah padam. Sementara itu, istri harus menjemput anak pertama.

Sesampainya di rumah, listrik masih padam. Saya menunggu istri pulang bersama anak pertama. Kemudian, saya meminta dibuatkan kentang goreng.

Beberapa hari ini saya berhenti menggunakan kaldu jamur. Katanya, kandungan natriumnya cukup tinggi. Jadi, kentang itu hanya saya beri garam.

Ternyata tetap enak.

Malamnya, saya makan masakan istri. Menunya bermacam-macam. Ada oseng mihun dengan buncis, ayam bakar bacem, tempe bacem, paru goreng, dan sambal.

Semuanya enak.

Listrik bisa padam, selera makan menyala terus. 

Takut Influenza

13 Oktober 2026

​Hari ini adalah hari Selasa. Biasanya saya ada jadwal mengajar pada hari ini. Namun, dosen pengajarnya sudah berganti setelah ujian tengah semester. Pagi ini saya mengawalinya dengan meminum kopi dingin. Rasanya sungguh segar.

​Agenda pagi ini adalah menguji mahasiswa yang sedang ujian seminar hasil (semhas). Saya memberikan beberapa masukan untuk perbaikan. Meskipun begitu, sebagai penguji, saya membiarkan dosen pembimbingnya yang memutuskan hasil akhirnya. Setelah itu, saya lanjut melayani mahasiswa bimbingan. Progresnya sudah bagus dan sedikit lagi bisa maju seminar proposal (sempro).

​Hari ini anak pertama saya sedang kurang enak badan. Ia sampai harus izin tidak masuk sekolah. Katanya, badannya terasa pegal dan kepalanya pusing. Saya sangat khawatir karena di media sosial sedang ramai tentang wabah Influenza Tipe A. Saya terus memantau kondisinya melalui pesan WA. Syukurlah, siang harinya ia mulai merasa agak mendingan. Ia menitip pesan untuk dibelikan mi ayam yamin kesukaannya. Sore harinya pesanan itu ia makan, tetapi porsinya tidak habis.

​Saya sendiri tidak ikut membungkus mi ayam yamin tersebut. Sebab, rasa mi ini memang kurang cocok di lidah saya. Siang tadi saya justru memesan Indomie di kampus. Saya memesan satu Indomie rebus dan satu Indomie goreng sekaligus. Perut saya bahkan masih terasa kenyang saat sampai di rumah pada sore hari.

​Anak kedua saya besok akan mengikuti kunjungan wisata dari sekolah. Oleh karena itu, sehabis magrib kami pergi berbelanja ke Era Mart. Kami membeli berbagai macam jajanan seperti sushi, chiki, dan Yakult. Semua itu dipersiapkan untuk bekal sangu besok.

​Malam ini saya kembali makan berlauk limpa goreng. Rasanya benar-benar enak pol. Hidangan ini disajikan bersama oseng-oseng kangkung. Alhamdulillah, rasanya sangat nikmat dan perut pun kenyang.

​Khawatir setengah mati terhadap ancaman virus influenza yang sedang viral, tetapi ancaman kesehatan dari gabungan porsi ganda Indomie dan limpa goreng justru lupa. Lupa akibat limpa.