Misteri Amalan

16 Oktober 2026

​Hari ini adalah Jumat berkah. Saya masih terus berharap agar masalah kebakaran hutan bisa segera diselesaikan.

​Pagi ini saya mengawali hari dengan secangkir kopi hitam. Sarapannya berlauk nasi, sayur lodeh terong, dan ayam goreng. Selain itu, ada tambahan bakwan jagung dan telur rebus balado. Rasanya lumayan enak. Alhamdulillah.

​Siang harinya, saya berangkat salat Jumat. Khatib membuka ceramahnya dengan bahasa berima. Kemudian, beliau lanjut bercerita tentang seorang pemuda saleh di era setelah masa sahabat. Dikisahkan bahwa pemuda ini memiliki doa yang seketika dikabulkan oleh Allah SWT.

​Ceritanya, saat itu Madinah sedang dilanda musim paceklik karena lama tidak turun hujan. Si pemuda saleh ini kemudian berdoa meminta hujan. Doanya kebetulan terdengar oleh orang lain. Ajaibnya, saat itu juga hujan langsung turun. Orang yang mengetahui kejadian ini tentu penasaran dengan amalan si pemuda. Saya sebagai pendengar khotbah juga ikut sangat penasaran.

​Orang-orang mencari pemuda tersebut untuk ditanyai. Namun, pemuda itu ternyata sudah menghilang. Sampai akhir ceramah, tidak diketahui pasti amalan khusus apa yang sebenarnya dilakukan oleh si pemuda. Ternyata, pesan moralnya adalah ibadah jangan diumbar agar terhindar dari sifat riya. Padahal, saya sudah terlanjur penasaran setengah mati.

​Sore harinya, saya makan Bakso 86 di daerah Wiraguna. Rasanya lumayan lezat. Malam harinya, perut ini kembali diisi dengan Pempek Cek Marni. Alhamdulillah, saya merasa sangat kenyang.

​Amalan pemuda itu sukses dirahasiakan. Sayangnya, porsi makan saya hari ini gagal disembunyikan.

Gengsi Negara

15 Oktober 2026

​Hari ini adalah hari Kamis. Ternyata berita tentang kabut asap masih mendominasi di mana-mana di wilayah Kaltim. Bahkan, saya melihat ada beberapa komplain dari warga negara tetangga saat menonton TikTok.

​Sampai saat ini, status kejadian ini belum dinaikkan menjadi bencana nasional. Padahal, jika berstatus bencana nasional, bantuan dari luar negeri bisa ikut masuk. Selain itu, pemanfaatan anggaran penanggulangan juga bisa menjadi lebih leluasa. Namun, situasi darurat ini memang berhadapan langsung dengan sentimen nasionalisme. Keputusan untuk meminta bantuan seakan-akan membuat kita terlihat tidak mampu menyelesaikan masalah di rumah sendiri.

​Kita tentu sudah melihat efek asapnya yang menyeberang hingga ke negara tetangga. Oleh karena itu, pemerintah perlu mempertimbangkan opsi untuk membuka jalur bantuan internasional. Langkah awalnya adalah dengan segera menaikkan status bencana asap ini. Bagaimanapun juga, kesehatan paru-paru masyarakat Kaltim harus terus menjadi prioritas utama.

​Gengsi negara terus dijaga setinggi langit, padahal napas warganya sudah megap-megap.

Rabu Biasa

14 Oktober 2026

Hari Rabu yang biasa. Mirip dengan Rabu lalu.

Pagi ini sebenarnya ada rencana kegiatan bersama pimpinan di BPK Kaltimtara. Namun, ada rapat keuangan yang harus diikuti. Pembahasannya masih seputar realisasi anggaran menjelang akhir tahun.

Sepertinya kami harus mulai bersiap. Efisiensi mungkin akan datang lagi. Seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ada beberapa disposisi yang masuk. Semuanya saya teruskan kepada Kepala Bagian Umum untuk ditindaklanjuti.

Siang hari, saya makan pentol. Saya juga membeli dua potong ayam goreng tepung. Namun, pentolnya sudah membuat kenyang. Ayamnya pun tidak jadi saya makan.

Saya juga memesan peyek melalui salah seorang staf. Peyeknya enak. Renyah. Kriuknya pas.

Siang ini saya menerima tiga mahasiswa untuk bimbingan. Dua mahasiswa sedang mempersiapkan seminar proposal. Satu mahasiswa sudah selesai seminar proposal dan sedang melakukan perbaikan.

Saya memintanya menyelesaikan satu contoh analisis data terlebih dahulu. Jika contoh itu sudah tepat, barulah saya memintanya menganalisis seluruh data. Lebih baik memastikan langkah awalnya benar agar tidak perlu mengulang semuanya.

Hari ini juga ada dosen yang berulang tahun. Saya mendapat es cokelat dan kue. Kuenya enak. Tidak terlalu manis.

Sore hari, saya pulang lebih cepat. Anak kedua mengirim pesan melalui WhatsApp. Ia meminta saya segera pulang karena listrik di rumah padam. Sementara itu, istri harus menjemput anak pertama.

Sesampainya di rumah, listrik masih padam. Saya menunggu istri pulang bersama anak pertama. Kemudian, saya meminta dibuatkan kentang goreng.

Beberapa hari ini saya berhenti menggunakan kaldu jamur. Katanya, kandungan natriumnya cukup tinggi. Jadi, kentang itu hanya saya beri garam.

Ternyata tetap enak.

Malamnya, saya makan masakan istri. Menunya bermacam-macam. Ada oseng mihun dengan buncis, ayam bakar bacem, tempe bacem, paru goreng, dan sambal.

Semuanya enak.

Listrik bisa padam, selera makan menyala terus.