Uang Ular

23 Agustus 2026

Hari ini hujan masih belum juga turun. 

Tadi pagi, saya mengawali hari dengan sarapan mi goreng buatan istri. Lalu, saya menambahkan dua telur ceplok. Sebelum sarapan, saya bersama dua anak pergi ke rumah eyang. Awalnya, saya hanya diminta untuk mengambil uang. Namun, ternyata uang tersebut justru diberikan untuk saya. Jadi, saya merasa bingung sekaligus sangat senang.

Kemudian, saya bersantai menonton The International Dota 2. Saat ini, Yatoro dan Team Spirit berhasil menembus babak final. Mereka bertanding melawan Team Vision. Tadi saat saya tonton, skor sementara tercatat 2-1 untuk keunggulan Team Spirit.

Siang harinya, kami makan ayam goreng tepung Mimi Chicken. Rasanya sangat enak karena ayamnya masih hangat. Saya memilih makan sayap dan menambah kulit ayam. Sedangkan, anak pertama saya lebih suka bagian paha atas. Lalu, anak kedua menghabiskan dua potong dada. Sementara itu, istri saya hanya memakan bagian kulit saja.

Setelah itu, saya dan anak kedua pergi membeli dua buah kelapa muda. Salah satu kelapa tersebut khusus kami berikan untuk istri. Selain itu, anak saya juga minta dibelikan tahu isi sayur. Ternyata, itu adalah siasat supaya dia mendapat kuota tambahan menit untuk bermain ponsel.

Malam harinya, kami makan Sate Ayam Ilham di dekat Polsek Juanda. Saya berhasil menghabiskan tiga belas tusuk sate. Lalu, anak pertama memakan dua belas tusuk. Anak kedua malah menghabiskan hingga lima belas tusuk. Namun, istri saya memilih memakan sisa mi goreng tadi pagi. Sebab, tadi pagi dia memang memasak porsi yang agak banyak.

Saat ini cuaca sungguh sangat kering. Bahkan, kemarin ada ular yang masuk ke teras rumah. Sepertinya, ular-ular mulai keluar dari sarang untuk mencari sumber air.

Lebih mengejutkan mana, mendapat uang kaget dari eyang atau menemukan ular di teras rumah?

Hujan Listrik

22 Agustus 2026

Hari ini saya masih menunggu hujan. 

Hari ini adalah hari Sabtu. Ini adalah hari libur. Pagi ini saya pergi mengantar anak pertama. Tadi malam ada pengumuman bahwa dia lolos ke semifinal. Oleh karena itu, pagi ini dia melanjutkan lomba Euphorbio. Lombanya bertempat di FMIPA Unmul.

Selesai mengantar, saya meluncur untuk ngopi. Sayangnya, menu kopi V60 belum tersedia. Jadi, saya memesan Americano arabika hangat. Rasanya ternyata lumayan juga.

Setelah ngopi, saya menjemput anak kedua. Sekitar pukul sepuluh, dia selesai kegiatan HW di sekolahnya. Namun, saya datang agak terlambat. Katanya, kegiatan tersebut sudah selesai sekitar sepuluh menit yang lalu.

Sesampainya di rumah, saya menyantap masakan istri. Menunya adalah mi goreng dan ati goreng. Selain itu, istri juga memasak sayur lodeh. Tetapi, lodehnya baru akan saya makan nanti malam. Istri saya juga membeli buah cempedak. Rasanya sangat enak dan manis.

Siang harinya, lomba anak pertama akhirnya selesai. Kemudian, dia dijemput oleh istri. Saat pulang, mereka membawa gorengan tahu isi sayur.

Saya juga menyempatkan bersantai menonton YouTube. Saat ini sedang berlangsung turnamen Dota 2. Tepatnya ajang The International 2026 di China. Jagoan saya tentu saja Team Spirit. Di tim itu ada pemain bernama Yatoro yang sangat jago.

Setelahnya, saya mencoba untuk tidur siang. Namun, saya terbangun karena listrik mendadak padam. Kamar langsung terasa sumuk tanpa adanya AC. Kondisi Samarinda sudah kering kerontang tanpa hujan. Lalu, sekarang ditambah pula dengan krisis listrik.

Mana yang lebih menguji kesabaran, menunggu turunnya hujan atau menanti menyalanya listrik?

Samarinda Hujan

21 Agustus 2026

Hari ini adalah hari yang sarat akan penantian. Tepatnya, saya masih terus menunggu turunnya hujan.

Hari ini sebenarnya jadwal WFA atau Work From Anywhere. Namun, saya tetap memilih untuk berangkat ke kantor. Sehabis mengantar anak sekolah, saya langsung meluncur ke kampus. Di sana, saya mengerjakan disposisi dari Dekan. Isinya terkait urusan peminjaman ruang.
Saat di kantor, saya menemukan sebuah tautan di aplikasi Threads. Tautan itu berisi info program student plan Google untuk Gemini. Saya pun iseng mencobanya. Alhamdulillah, saya berhasil mendapatkan akses Google Plus untuk setahun ke depan. Lumayan sekali. Selain itu, saya juga menanyakan status pencairan serdos milik dosen lain. Infonya, berkas tersebut sudah diproses. Jadi, sekarang tinggal menunggu saja.

Siang ini, anak pertama saya mengikuti lomba di FMIPA Unmul. Nama lombanya adalah Euphorbio. Semoga ia bisa mendapatkan hasil yang terbaik.

Sekitar jam sebelas, saya beranjak pulang. Saya mampir membeli gorengan di dekat flyover Juanda. Saya membeli seharga lima belas ribu rupiah dan mendapat sembilan biji. Rinciannya, saya memilih enam tahu isi sayur, satu tempe gembus, dan dua tahu isi mihun. Penjualnya ternyata berbaik hati. Saya diberi bonus tambahan satu tahu isi mihun.
Kali ini, saya memang memilih sendiri jenis gorengannya. Tetapi, saya juga sering membeli gorengan campur. Artinya, pilihan diserahkan kepada penjual. Terkadang, ada satu jenis gorengan yang sangat mendominasi isinya. Kira-kira apa artinya ya? Apakah itu jenis yang paling tidak laku? Ataukah stoknya memang paling banyak? Bisa jadi itu yang keuntungannya paling besar. Atau, jangan-jangan itu yang paling enak menurut selera si penjual? Saya belum tahu pasti jawabannya.

Kasus ini mirip dengan saat membeli buah. Jika kita pasrah meminta dipilihkan yang bagus, rasanya kita malah diberi buah yang hampir busuk. Meskipun, bisa jadi ada penjual yang memang tulus memilihkan yang terbaik. Entahlah.

Sesampainya di rumah, saya langsung memakan gorengan tersebut. Istri saya juga sudah menyiapkan makan siang. Menunya adalah ayam goreng dan oseng tahu tempe. Lalu, ada tambahan udang goreng tepung juga.

Siang harinya, saya menunaikan salat Jumat. Saya salat di Masjid Al Muhajirin. Ini adalah masjid di dekat rumah yang sering saya datangi sejak kecil. Sebelum waktu Jumatan tiba, istri saya pergi mengantar anak pertama lomba. Oleh karena itu, saya standby di rumah untuk menjaga anak kedua.

Lebih misterius mana, niat penjual memilihkan gorengan campur atau kapan turunnya hujan di Samarinda?