Rabu Biasa

14 Oktober 2026

Hari Rabu yang biasa. Mirip dengan Rabu lalu.

Pagi ini sebenarnya ada rencana kegiatan bersama pimpinan di BPK Kaltimtara. Namun, ada rapat keuangan yang harus diikuti. Pembahasannya masih seputar realisasi anggaran menjelang akhir tahun.

Sepertinya kami harus mulai bersiap. Efisiensi mungkin akan datang lagi. Seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ada beberapa disposisi yang masuk. Semuanya saya teruskan kepada Kepala Bagian Umum untuk ditindaklanjuti.

Siang hari, saya makan pentol. Saya juga membeli dua potong ayam goreng tepung. Namun, pentolnya sudah membuat kenyang. Ayamnya pun tidak jadi saya makan.

Saya juga memesan peyek melalui salah seorang staf. Peyeknya enak. Renyah. Kriuknya pas.

Siang ini saya menerima tiga mahasiswa untuk bimbingan. Dua mahasiswa sedang mempersiapkan seminar proposal. Satu mahasiswa sudah selesai seminar proposal dan sedang melakukan perbaikan.

Saya memintanya menyelesaikan satu contoh analisis data terlebih dahulu. Jika contoh itu sudah tepat, barulah saya memintanya menganalisis seluruh data. Lebih baik memastikan langkah awalnya benar agar tidak perlu mengulang semuanya.

Hari ini juga ada dosen yang berulang tahun. Saya mendapat es cokelat dan kue. Kuenya enak. Tidak terlalu manis.

Sore hari, saya pulang lebih cepat. Anak kedua mengirim pesan melalui WhatsApp. Ia meminta saya segera pulang karena listrik di rumah padam. Sementara itu, istri harus menjemput anak pertama.

Sesampainya di rumah, listrik masih padam. Saya menunggu istri pulang bersama anak pertama. Kemudian, saya meminta dibuatkan kentang goreng.

Beberapa hari ini saya berhenti menggunakan kaldu jamur. Katanya, kandungan natriumnya cukup tinggi. Jadi, kentang itu hanya saya beri garam.

Ternyata tetap enak.

Malamnya, saya makan masakan istri. Menunya bermacam-macam. Ada oseng mihun dengan buncis, ayam bakar bacem, tempe bacem, paru goreng, dan sambal.

Semuanya enak.

Listrik bisa padam, selera makan menyala terus. 

Takut Influenza

13 Oktober 2026

​Hari ini adalah hari Selasa. Biasanya saya ada jadwal mengajar pada hari ini. Namun, dosen pengajarnya sudah berganti setelah ujian tengah semester. Pagi ini saya mengawalinya dengan meminum kopi dingin. Rasanya sungguh segar.

​Agenda pagi ini adalah menguji mahasiswa yang sedang ujian seminar hasil (semhas). Saya memberikan beberapa masukan untuk perbaikan. Meskipun begitu, sebagai penguji, saya membiarkan dosen pembimbingnya yang memutuskan hasil akhirnya. Setelah itu, saya lanjut melayani mahasiswa bimbingan. Progresnya sudah bagus dan sedikit lagi bisa maju seminar proposal (sempro).

​Hari ini anak pertama saya sedang kurang enak badan. Ia sampai harus izin tidak masuk sekolah. Katanya, badannya terasa pegal dan kepalanya pusing. Saya sangat khawatir karena di media sosial sedang ramai tentang wabah Influenza Tipe A. Saya terus memantau kondisinya melalui pesan WA. Syukurlah, siang harinya ia mulai merasa agak mendingan. Ia menitip pesan untuk dibelikan mi ayam yamin kesukaannya. Sore harinya pesanan itu ia makan, tetapi porsinya tidak habis.

​Saya sendiri tidak ikut membungkus mi ayam yamin tersebut. Sebab, rasa mi ini memang kurang cocok di lidah saya. Siang tadi saya justru memesan Indomie di kampus. Saya memesan satu Indomie rebus dan satu Indomie goreng sekaligus. Perut saya bahkan masih terasa kenyang saat sampai di rumah pada sore hari.

​Anak kedua saya besok akan mengikuti kunjungan wisata dari sekolah. Oleh karena itu, sehabis magrib kami pergi berbelanja ke Era Mart. Kami membeli berbagai macam jajanan seperti sushi, chiki, dan Yakult. Semua itu dipersiapkan untuk bekal sangu besok.

​Malam ini saya kembali makan berlauk limpa goreng. Rasanya benar-benar enak pol. Hidangan ini disajikan bersama oseng-oseng kangkung. Alhamdulillah, rasanya sangat nikmat dan perut pun kenyang.

​Khawatir setengah mati terhadap ancaman virus influenza yang sedang viral, tetapi ancaman kesehatan dari gabungan porsi ganda Indomie dan limpa goreng justru lupa. Lupa akibat limpa. 

Realisasi Limpa

12 Oktober 2026

​Hari ini ternyata masih berasap. Beberapa waktu lalu Samarinda sempat diguyur hujan. Saya kira urusan asap ini langsung beres. Ternyata masalah ini belum sepenuhnya hilang.

​Pagi ini saya sampai di kantor. Saya langsung meminum es kopi Kapal Api. Hari ini ada kunjungan tamu dari RS Gigi dan Mulut Unmul. Mereka mengadakan sosialisasi dan promosi pelayanan medis. Saya memberikan sambutan dan bertanya sedikit. Saya menanyakan urusan tarif dan isu yang beredar. Kabarnya, pasien di RS kampus ditangani oleh mahasiswa semester awal. Tentu saja hal itu tidak mungkin terjadi. Mereka harus lulus dahulu sebelum bisa memegang pasien.

​Selesai acara, saya bergegas menuju kelas. Saya masuk kelas agak terlambat. Hari ini saya mengajar mata kuliah Metopen. Materinya masih tentang latar belakang. Saya mengecek hasil tulisan mahasiswa. Sayangnya, kualitas tulisan mereka masih jauh dari standar minimum proposal skripsi.

​Selesai mengajar, saya menyambung beberapa kali rapat keuangan. Saat ini sudah mendekati akhir tahun. Oleh karena itu, realisasi anggaran perlu menjadi perhatian utama.

​Hari ini kegiatan saya berlangsung padat dan menyambung terus. Akibatnya, saya sampai lupa makan. Sore harinya, saya pulang dan langsung makan. Istri memasak sop daging dan limpa goreng. Limpa ini adalah jeroan sapi yang paling saya suka. Jika membeli coto Makassar, saya biasanya memesan campuran limpa dan daging. Sebetulnya saya hanya ingin memesan limpa saja. Tetapi, kalau pesan limpa saja, porsi yang didapat malah sedikit. Makan sore ini terasa sangat enak dan mengenyangkan.

​Malam ini saya berencana pergi ke Era Mart. Lusa anak saya ada kegiatan piknik ke Anggana. Jadi, dia perlu bekal camilan selama kegiatan tersebut.

​Realisasi anggaran kampus selalu dituntut maksimal, seperti limpa di coto.