Anggaran, Gas dan Galon

Pagi yang cerah. Namun, badan belum sepenuhnya pulih. Pagi ini saya kembali ditemani kopi hitam.

Hari ini saya mengajar kelas pengganti. Materinya tentang penilaian kualitas terjemahan. Ini materi terakhir sebelum ujian tengah semester. Insyaallah, ujian dilaksanakan minggu depan.

Setelah mengajar, saya mengikuti rapat terbatas. Agendanya membahas sisa anggaran yang belum terealisasi. Pembahasannya penting, sehingga harus segera ditindaklanjuti.

Selesai rapat, saya memilih pulang lebih cepat. Badan masih kurang enak. Karena itu, istirahat menjadi prioritas.

Siang ini, istri berencana mengikuti lomba tumpeng pada acara Dies Natalis Unmul. Semoga acaranya lancar dan hasilnya membanggakan.

Sesampainya di rumah, ternyata gas habis. Galon juga habis. Saya pun memesan keduanya kepada tetangga. Sekarang tinggal menunggu diantar.

Hari ini mengajarkan satu hal: bukan hanya anggaran yang perlu direalisasikan, gas dan air pun ternyata menuntut hal yang sama.

Kopi Manis Pagi

23 September 2026

Hari ini adalah hari yang biasa. Tetapi, pagi ini badan saya sudah terasa pegal. Padahal, saya belum melakukan aktivitas apa-apa.

Pagi ini saya menyempatkan diri meminum kopi manis. Padahal, biasanya saya rutin meminum kopi hitam yang pahit. 

Setelah itu, saya lanjut berangkat ke sekolah. Ini adalah agenda visitasi hari pertama. Jadwal hari ini adalah observasi kelas dan wawancara. Lalu, besok rencananya saya akan mengecek dokumen secara penuh. Jumlah siswa di sekolah ini tergolong sedikit jika melihat lokasi geografisnya.

Siang harinya, saya makan nasi Padang. Tekstur nasinya pas, berbulir ngepyar dan tidak lengket. Lauknya adalah daging rendang. Porsi ini sukses membuat saya sangat kenyang. Cuaca hari ini terasa sangat panas. Sehingga, saya banyak meminum air es. 

Rupanya manisnya kopi dan dinginnya es hari ini tetap gagal menipu fisik usia empat puluhan yang sudah telanjur pegal sebelum bekerja.

Geser Sekolah

22 September 2026

Hari ini adalah hari Selasa. Saya kembali menunggu turunnya hujan. Suasana terasa berjalan sangat pelan.

Hari ini, saya telah menyelesaikan tugas di satu sekolah. Kemudian, saya lanjut bergeser ke sekolah selanjutnya. Alhamdulillah, jaraknya hanya sekitar dua jam perjalanan darat dari penginapan. Namun, kami tetap harus menyeberang sungai sebentar.

Sesampainya di penginapan, saya langsung beristirahat. Jadwal visitasi hari pertama baru akan dilaksanakan besok. Kegiatannya pasti berlangsung penuh seharian. Walaupun di jadwal tertulis selesai jam tiga sore, praktiknya tidak pernah seperti itu. Biasanya, kegiatan baru tuntas sekitar pukul lima sore. Tetapi, hal ini juga sangat tergantung pada respons pihak yang diwawancarai.

Saat tiba di penginapan tadi, saya menyantap ikan nila goreng. Sambalnya terasa terlalu manis. Meskipun begitu, rasanya masih lumayan oke juga.

Malam ini, saya berencana melakukan rutinitas seperti biasa. Saya akan mengecek berkas-berkas visitasi lebih awal. Langkah ini merupakan persiapan wajib untuk penilaian besok.

Jadwal visitasi tertulis tuntas jam tiga sore tetapi realitanya selalu molor hingga jam lima, persis seperti rasa sambal ikan nila hari ini yang meleset dari ekspektasi namun tetap habis dinikmati.