Zebra Polos

20 Agustus 2026

Hari ini adalah hari yang menunggu hujan. Rasanya persis bagai penumpang kereta api yang jadwal keberangkatannya sisa 10 menit lagi.

Di kampus, rutinitas tetap berjalan. Saya meneruskan surat disposisi dari Dekan terkait permohonan peminjaman ruang. Lalu saya menyiapkan berkas full paper untuk kegiatan international conference. Saya juga merapikan materi presentasi (PPT). Termasuk menyiapkan bukti transfer pendaftaran sebagai presenter. Kemudian saya mengunggah berkas terkait urusan beasiswa. Tetapi sepertinya saya salah mengunggah file karena tergesa-gesa menekan tombol kirim. Saya sungguh berharap masih ada masa perbaikan data nanti.

Hari ini mahasiswa juga mengumpulkan tugas praktik penerjemahan. Saya mengoreksi tugas mereka sambil mendengarkan Podcast Seminggu. Kebetulan bintang tamu mereka kali ini adalah podcaster Mendoan. Ini pengalaman yang sangat menarik karena saya menyukai keduanya. Sehingga rasanya seperti menonton dua acara sekaligus.

Sambil membaca, ada beberapa hal yang perlu saya diskusikan dari hasil terjemahan mahasiswa. Pertama, terkait frasa inappropriate Zebraic. Konteks ceritanya adalah seekor kucing yang meniru bahasa zebra. Jika diterjemahkan secara literal menjadi "bahasa zebra yang tidak pantas", rasanya kurang pas. Sebab konotasi bahasa yang tidak pantas cenderung mengarah pada makian atau kata kotor.

Kedua, ada frasa idiomatis fits to be tied. Frasa ini secara umum memang bermakna sangat marah. Tetapi jika dimasukkan ke dalam konteks cerita ini, maknanya menjadi kurang nyambung. Ketiga, kata innocent zebra. Jika mahasiswa menerjemahkannya menjadi "zebra polos", kalimatnya terdengar aneh. Karena zebra polos seakan-akan berarti warna kulit zebra tersebut polos tanpa belang. Keempat, penerjemahan the delicate nose. Konteksnya adalah kemampuan penciuman zebra. Kata delicate memang bisa bermakna hidung yang halus. Tetapi jika dikaitkan dengan penciuman, arah maknanya lebih tepat menjadi penciuman yang sensitif atau tajam.

Siang harinya saya jajan pentol. Rasanya ternyata enak juga.

Lalu setibanya di rumah, istri saya sudah memasak. Menunya adalah oseng sayur isian capcai dan ayam goreng. Rasanya enak pol. Menu ini sangat cocok untuk anak saya yang kebetulan baru belajar makan sayur. Tentu saja, proses belajarnya harus menggunakan iming-iming bermain HP.

Apakah kepanikan salah unggah berkas itu lebih aneh dari zebra polos?

Sungai Buaya

19 Agustus 2026

Pagi yang tenang. Setenang sungai yang berisi buaya. 

Hari ini saya sebenarnya terjadwal mengajar. Tetapi ada kegiatan fakultas terkait pelatihan konseling bagi dosen dan tendik. Kemarin sore saya mendapat pesan WA dari staf. Saya diminta mewakili Dekan untuk membuka acara tersebut. Sehingga kelas saya isi dengan tugas praktik penerjemahan. Memang semester ini mata kuliahnya lebih banyak tentang teori. Tetapi mahasiswa tetap perlu berlatih praktik. Semester depan barulah porsi praktik pengaplikasian teori diperbanyak. Cerpen yang diterjemahkan adalah Zebra Storyteller karya Spencer Holst. Cerpen ini menjadi pembuka buku pengantar sastra terbitan Norton. Isinya sangat bagus untuk membantu mendefinisikan sastra.

Lalu saya bergegas membuka kegiatan pelatihan konseling. Saya berdiri di podium mewakili Bapak Dekan. Dalam sambutan, saya menegaskan bahwa aset terbesar fakultas adalah sumber daya manusia. Bukan sekadar fasilitas fisik. Kemudian saya menyampaikan bahwa produktivitas dan kelancaran administrasi bergantung pada kesejahteraan psikologis. Saya juga mengingatkan bahwa beban kerja bisa memicu stres. Sehingga konseling harus hadir sebagai sistem dukungan nyata. Bagi dosen dan tendik, hal ini menjadi modal menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Serta melatih rasa empati dan sikap saling mengayomi.

Lalu saya menitipkan tiga pesan. Pertama, jadikan forum ini sebagai ruang aman untuk berdiskusi. Kedua, kembangkan kemampuan mendengarkan. Sebab solusi masalah birokrasi sering kali dimulai dari kesediaan mendengarkan. Ketiga, peserta harus mengimplementasikan ilmu ini.

Kemudian tibalah waktu makan siang. Menunya adalah kotak nasi berisi bebek goreng. Sambal terasinya sangat enak. Tetapi tidak ada nama warung di kotak kemasannya. Karena rasanya enak, mungkin saya akan mencari tahu dan membelinya lagi kapan-kapan.

Sore harinya saya pulang ke rumah. Menu makanannya adalah oseng buncis dan kecambah panjang. Menu ini kebetulan sesuai dengan permintaan saya. Tadi pagi sekitar jam sepuluh saya sempat melakukan video call dengan istri. Saya memang bilang sedang ingin makan oseng kecambah.

Apakah mempraktikkan pemahaman konseling di kampus itu setenang sungai yang berisi buaya?

Sorak Nusantara

18 Agustus 2026

Hari ini berjalan seperti biasa. Pagi hari, saya berangkat ke kampus. Di sana, saya melihat mahasiswa sedang bersiap. Mereka menyiapkan lomba 17-an di lingkungan FIB.

Pembukaan kegiatan ini dilakukan langsung oleh Dekan. Tema yang diangkat adalah Sorak Nusantara Merdeka. Setelah itu, acara dilanjut dengan pembagian doorprize. Kemudian, barulah perlombaan resmi dimulai.

Berbagai macam lomba ikut diselenggarakan. Tetapi, sepertinya yang paling seru adalah tarik tambang. Biasanya saya ikut bermain. Namun, tahun ini saya memutuskan untuk absen dulu.

Pekerjaan saya hari ini masih didominasi rutinitas. Saya kembali memproses lembar disposisi dari Dekan. Setelah itu, saya menguji satu orang mahasiswa. Mahasiswa tersebut membahas tentang maxim pragmatik di dalam sebuah film.
Kemudian, ada mahasiswa yang datang untuk konsultasi akademik. Ia merasa bingung terkait pemilihan beasiswa. Oleh karena itu, saya menyarankannya untuk berhitung dengan baik. Ia harus menyiapkan diri untuk kemungkinan jika tidak mendapat beasiswa sama sekali. Selain itu, ia juga perlu mempertimbangkan risiko jika sudah menerima beasiswa tertentu, tetapi ternyata ada pilihan lain yang lebih mantap.

Tadi saya juga mengikuti sebuah rapat. Kami membahas rencana kegiatan promosi budaya melalui sarana digital. Oleh sebab itu, kami merasa perlu mengadakan pelatihan dari content creator. Rencananya, kegiatan ini mungkin digelar sekitar bulan Oktober.

Sore harinya, saya tiba di rumah. Di meja makan, sudah tersedia menu soto ayam. Rasanya sungguh segar.

Lebih alot mana, tali lomba tarik tambang hari ini atau kebingungan mahasiswa memilih beasiswa?