Harta Karun Kubangan

21 September 2026

Hari ini udara sangat berasap. Kebakaran hutan itu nyata. Kejadian ini ada tepat di depan mata.

Pagi ini ada agenda visitasi. Kegiatannya sebenarnya hanya tiga macam. Yaitu telaah dokumen, wawancara, dan observasi. Kami mengecek semua dokumen sekolah. Kami juga mewawancarai semua warga sekolah. Mulai dari kepala sekolah, guru, siswa, hingga wali siswa. Lalu, kami mengobservasi pembelajaran di kelas. Kami juga mengecek seluruh sarana dan prasarana sekolah.

Sekolah ini masuk kawasan 3T. Yaitu daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Listrik di sini hanya mengandalkan tenaga surya. Tenaga ini hanya kuat menyala beberapa menit saja. Jika cuaca mendung, listrik sudah pasti mati. Sinyal telepon juga sangat sulit dicari. Warung jualan juga tidak punya banyak pilihan. Nama dusun ini sangat mantap. Namanya adalah Dusun Liang Buaya.

Dari dermaga Muara Kaman, kami masih harus naik perahu ces. Punggung saya terasa sangat pegal selama menaiki perahu kecil ini.

Di perjalanan balik ke penginapan, kami melihat kebakaran hutan lagi. Banyak orang menuduh ini ulah pembuka lahan sawit. Tetapi, kali ini alasannya berbeda. Area ini sebelumnya adalah semacam rawa. Saat ini airnya sedang surut parah. Lahan ini sengaja dibakar oknum. Tujuannya untuk mencari sisa-sisa kubangan akibat kekeringan. Di kubangan itulah tersimpan harta karun.

Satu kubangan bisa berisi sampai 200 kilogram ikan. Oknum tidak usah merawatnya. Mereka juga tidak perlu repot memancing. Lahan ini harus dibakar karena tanamannya sangat tinggi. Sehingga, kubangan air tidak terlihat dari luar. Tetapi, setelah dibakar, titik-titik kubangan ini akan langsung terlihat. Di situlah ikan-ikan terjebak dan berkumpul pada sisa air yang ada.

Kabupaten Kaya

20 September 2026

Hari ini adalah hari Minggu. Seharusnya hari ini adalah hari libur. Tetapi, saya tetap berangkat untuk bekerja.

Saya menempuh perjalanan ke Muara Kaman. Saya berangkat dari rumah pada pukul sembilan pagi. Lalu, saya sampai di Muara Kaman sekitar pukul 11.45. Sesampainya di dermaga, ternyata perjalanan menuju sekolah masih harus dilanjutkan. Saya masih perlu naik perahu ces lagi. Dan, perahu jenis ini tidak banyak tersedia. Selain itu, tidak ada penginapan di sekitar kawasan sekolah. Jadi, saya memutuskan lebih baik menginap di Muara Kaman bagian kotanya saja.

Saya juga mendapat beberapa informasi tambahan. Kawasan ini ternyata masuk kategori daerah 3T. 3T itu berarti Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Sinyal telepon di sini tidak lancar. Aliran listriknya juga belum maksimal. Padahal, tempat ini berada di kabupaten terkaya se-Indonesia. Dan, sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kabupaten ini sangat besar. Kenyataan ini sungguh terasa ironis.

Ekstra Kerupuk

19 September 2026

Pagi ini, saya dan anak kedua bangun sejak subuh. Kami berdua melaksanakan salat berjamaah. Setelah itu, kami lanjut memasak nasi dan menggoreng telur. Sementara itu, istri dan anak pertama sedang berhalangan. Oleh karena itu, mereka berdua bangun lebih siang.

Menu sarapan pagi ini awalnya adalah nasi dengan telur dadar. Namun, istri ternyata membuat mi ayam. Akhirnya, saya memilih untuk menyantap mi ayam buatan istri. Anak pertama saya hari ini mengikuti ekstrakurikuler Creative English di sekolah. Sedangkan, anak kedua saya hanya belajar melalui Zoom.
Sepulang menjemput anak, istri membawakan gorengan dan sebungkus gado-gado. Saya memang memesan gado-gado yang sangat pedas dengan ekstra kerupuk. Selain itu, istri juga membeli air kelapa murni. Rasanya sungguh segar. Siang harinya, saya pun langsung menyantap gado-gado tersebut.

Setelah makan siang, saya tertidur pulas. Saya baru terbangun saat magrib tiba. Pada sore harinya, istri ternyata membelikan Bakso Bintang Malang. Saat ini, ini adalah bakso urat yang paling enak menurut saya. Saya memakannya menggunakan taburan remukan emping. Rasanya benar-benar segar dan nikmat.

Tadi sore, saya juga sempat pergi ke Era Mart. Saya membeli air mineral Pristine ber-pH tinggi. Air ini dipersiapkan untuk bekal perjalanan besok. Rencananya, saya akan berangkat untuk melakukan tugas visitasi akreditasi.

Untuk makan malam, kami berencana membuat ayam saus. Resep masakan ini didapat dari TikTok. Ayam goreng tepung digeprek terlebih dahulu. Kemudian, dagingnya dimasak menggunakan mayones dan saus tomat. Supaya pedas, bumbunya tinggal ditambahkan cabai rawit dan sedikit kaldu Totole.

Mempersiapkan kesehatan dengan air mineral ber-pH tinggi untuk tugas akreditasi besok sepertinya menjadi sia-sia karena perut ini sudah digempur gado-gado super pedas, bakso urat, dan ayam saus TikTok seharian penuh.