Realita Senin

26 Oktober 2026

​Hari ini adalah hari Senin. Entah mengapa, hari kedua ini selalu saja terasa kurang persiapan.

​Hari ini suasana kantor agak santai. Pimpinan yang lain sedang tidak ada di kantor. Mereka kebetulan sedang ada tugas ke luar kota.

​Oleh karena itu, hari ini saya banyak menonton cuplikan video. Saya menonton video Rocky Gerung tentang militerisasi TNI yang ikut menanam jagung dan lain-lain. Kalau untuk urusan debat, dia memang sangat luar biasa. Bahkan, dia sering kali memenangkannya. Selanjutnya, saya bersantai sambil mendengarkan podcast. Selain itu, saya juga asyik menonton tayangan YouTube.

​Rocky Gerung sering menang telak saat berdebat, mirip KO dalam tinju. 

Rektor Unmul

26 Oktober 2026

​Hari ini adalah hari Selasa. Suasana hari ini terasa sangat bersejarah.

​Agenda utamanya adalah pelantikan Rektor Unmul terpilih. Oleh karena itu, ada banyak harapan di balik momentum ini. Saya sangat ingin rektor baru menggunakan perspektif budaya dalam kepemimpinannya.

​Pertama, manajemen kampus harus memanusiakan seluruh sivitas akademika. Sebab, mereka bukan sekadar alat pemenuh target IKU. Apabila ada target yang meleset, pendekatannya harus lewat dialog personal.

Kedua, kebijakan harus berasaskan musyawarah. Misal, pemotongan dana tidak boleh lagi dilakukan secara sepihak. 

Ketiga, tata kelola infrastruktur perlu berbasis keadilan ekologis. Perbanyaklah ruang komunal yang inklusif agar interaksi menjadi lebih organik.

​Keempat, birokrasi harus luwes dan mengakar pada kearifan lokal. Misalnya, rektor bisa merutinkan acara makan bersama atau ngobrol santai di ruang prodi sambil membawa kopi. 

Kelima, rektor perlu menunjukkan keteladanan estetik. Contohnya adalah dengan menyematkan elemen etnik Kaltim pada busana atau ruang kerja.

​Kesimpulannya, sistem kampus memang harus administratif. Namun, eksekusinya harus tetap humanis.

​Harapan untuk rektor baru disusun setinggi langit, seperti MBG. 

Hujan Deras

25 Oktober 2026

​Hari ini adalah hari Minggu. Waktunya libur santai. Suasananya benar-benar selibur tanggal merah.

​Pagi ini saya tidak ada kegiatan. Namun, anak pertama ada jadwal try out TKA. Ia pun berangkat diantar oleh istri.

​Pagi ini kami sarapan mihun. Mihun ini adalah langganan kesukaan keluarga. Kami membelinya di dekat perempatan Siradj Salman arah Pasundan. Selain itu, istri juga membeli gorengan. Ia memilih tahu isi sayur dan sosis Solo.

​Siang harinya, hujan deras mengguyur Samarinda. Alhamdulillah ya Allah. Kabut asap akhirnya berangsur hilang. Air Sungai Mahakam juga kembali terisi.

​Siangnya, saya makan Indomie rebus pakai sawi. Sementara itu, istri juga membungkus nasi campur. Ia membelinya dari warteg dekat rumah.

​Malam harinya, saya makan ayam geprek. Lauk ini dilumuri bumbu saus pedas. Alhamdulillah, perut saya sangat kenyang.

​Hujan deras sukses mengisi Sungai Mahakam, sementara ayam geprek pedas sukses mengisi perut saya.