21 Agustus 2026
Hari ini adalah hari yang sarat akan penantian. Tepatnya, saya masih terus menunggu turunnya hujan.
Hari ini sebenarnya jadwal WFA atau Work From Anywhere. Namun, saya tetap memilih untuk berangkat ke kantor. Sehabis mengantar anak sekolah, saya langsung meluncur ke kampus. Di sana, saya mengerjakan disposisi dari Dekan. Isinya terkait urusan peminjaman ruang.
Saat di kantor, saya menemukan sebuah tautan di aplikasi Threads. Tautan itu berisi info program student plan Google untuk Gemini. Saya pun iseng mencobanya. Alhamdulillah, saya berhasil mendapatkan akses Google Plus untuk setahun ke depan. Lumayan sekali. Selain itu, saya juga menanyakan status pencairan serdos milik dosen lain. Infonya, berkas tersebut sudah diproses. Jadi, sekarang tinggal menunggu saja.
Siang ini, anak pertama saya mengikuti lomba di FMIPA Unmul. Nama lombanya adalah Euphorbio. Semoga ia bisa mendapatkan hasil yang terbaik.
Sekitar jam sebelas, saya beranjak pulang. Saya mampir membeli gorengan di dekat flyover Juanda. Saya membeli seharga lima belas ribu rupiah dan mendapat sembilan biji. Rinciannya, saya memilih enam tahu isi sayur, satu tempe gembus, dan dua tahu isi mihun. Penjualnya ternyata berbaik hati. Saya diberi bonus tambahan satu tahu isi mihun.
Kali ini, saya memang memilih sendiri jenis gorengannya. Tetapi, saya juga sering membeli gorengan campur. Artinya, pilihan diserahkan kepada penjual. Terkadang, ada satu jenis gorengan yang sangat mendominasi isinya. Kira-kira apa artinya ya? Apakah itu jenis yang paling tidak laku? Ataukah stoknya memang paling banyak? Bisa jadi itu yang keuntungannya paling besar. Atau, jangan-jangan itu yang paling enak menurut selera si penjual? Saya belum tahu pasti jawabannya.
Kasus ini mirip dengan saat membeli buah. Jika kita pasrah meminta dipilihkan yang bagus, rasanya kita malah diberi buah yang hampir busuk. Meskipun, bisa jadi ada penjual yang memang tulus memilihkan yang terbaik. Entahlah.
Sesampainya di rumah, saya langsung memakan gorengan tersebut. Istri saya juga sudah menyiapkan makan siang. Menunya adalah ayam goreng dan oseng tahu tempe. Lalu, ada tambahan udang goreng tepung juga.
Siang harinya, saya menunaikan salat Jumat. Saya salat di Masjid Al Muhajirin. Ini adalah masjid di dekat rumah yang sering saya datangi sejak kecil. Sebelum waktu Jumatan tiba, istri saya pergi mengantar anak pertama lomba. Oleh karena itu, saya standby di rumah untuk menjaga anak kedua.
Lebih misterius mana, niat penjual memilihkan gorengan campur atau kapan turunnya hujan di Samarinda?