Hujan Samarinda

16 Agustus 2026

H-1 17-an. Hari yang hangat. Sehangat air mendidih yang disiram air biasa.

Hari ini adalah hari tanpa rencana. Pagi-pagi, saya meminum kopi cold brew. Seduhan ini menggunakan biji kopi Puntang. Rasanya sangat segar. Enak, khas kopi mahal.

Dari masjid, terdengar pengumuman lomba 17-an. Hari ini ada lomba mewarnai untuk anak-anak. Kemudian, acaranya dilanjut dengan cerdas cermat dan futsal. Semalam sebenarnya ada lomba tenis meja. Namun, melihat foto di grup RT, peminatnyasedikit.

Hari ini saya libur mengedit jurnal. Saya tinggal berdoa dan pasrah. Semoga artikel tersebut bisa segera publish. Aamiin.

Pagi ini saya sarapan gorengan dari Mpok Siti. Warung Mpok Siti ini sangat terkenal pecelnya. Kadang pembelinya sampai antre panjang. Namun, saya kapok membeli pecel di sana. Antreannya kacau dan tidak sesuai urutan. Jika ada tetangganya yang mendadak datang, ia pasti dilayani duluan. Penjualnya tidak memedulikan orang yang sudah antre lebih awal. Prioritas juga diberikan untuk pelanggan yang makan di tempat.

Jadi, jika kamu membungkus bawa pulang dan bukan tetangganya, kamu adalah prioritas terakhir. Artinya, kamu akan menyaksikan orang yang datang belakangan justru dilayani terlebih dahulu. Saya tentu tidak mau lagi. Prinsip saya adalah "cukup sekali". Jika sudah mendapat pengalaman tidak enak, tidak perlu diulangi. Tetapi, kalau hanya membeli gorengan, prosesnya memang bisa cepat tanpa antre.

Siang harinya, saya menyantap makan siang. Menunya adalah telur dadar dengan daun bawang. Sayurnya berupa oseng kacang panjang dan jamur.

Akhir-akhir ini, anak kedua saya mulai mau makan sayur. Saya memberikannya waktu main HP jika ia menghabiskan sayurnya. Dia mau makan sayur asalkan diberi kuota waktu tersebut.

Sementara itu, istri saya sedang menyiapkan baju adat Nusantara. Baju ini akan dipakai untuk upacara besok.

Saat ini, Samarinda sudah lama tidak diguyur hujan. Beberapa anak sungai mulai mengering dan daratannya kelihatan. Efek lanjutannya bisa memicu bencana kebakaran. Selain itu, aliran air PDAM juga pasti mulai tersendat. Lalu, kondisi ini biasanya disambut oleh kabut nyamuk yang merajalela. Semoga hujan segera turun.

Apakah antrean awan hujan di Samarinda ini juga sedang diserobot seperti antrean pecel Mpok Siti?

Menanti SKASE

15 Agustus 2026

Hari ini cuaca masih sangat cerah. Bahkan, suasananya terasa secerah pantai.

Pagi ini, saya kembali menyeduh kopi. Saya meminum seduhan V60. Biji kopinya masih sama persis dengan kemarin.

Kemudian, hari ini saya men-submit artikel. Naskah tersebut dikirim ke jurnal SKASE. Semoga saja artikel ini bisa lolos.

Sementara itu, menu makan hari ini cukup sederhana. Hidangannya adalah oseng kangkung dan jamur. Selain itu, saya juga menyantap camilan. Camilannya adalah pencok bengkuang.

Apakah nasib naskah SKASE ini kelak akan semendung cuaca yang diharap?

Cerah Ber-AC

14 Agustus 2026

Hari yang hangat, membuat ingin mandi es teh manis.

Hari ini cuaca sangat cerah. Oleh karena itu, suasana ini membuat saya lebih cocok berdiam di ruang ber-AC.

Aktivitas saya hari ini tidak terlalu banyak. Saya hanya fokus mencari target jurnal yang cocok. Akhirnya, saya menemukan sebuah jurnal dari Slovakia. Nama jurnal tersebut adalah SKASE. Namun, saya baru berencana menyesuaikan formatnya besok.

Saya mencari jurnal tersebut sambil ngopi. Saya meminum seduhan kopi V60. Sayangnya, stok biji kopi tinggal satu jenis. Sehingga, saya tidak bisa memilih. Minum kopi yang ada saja.
Setelah itu, saya menyantap hidangan makan. Menunya adalah nasi dengan lauk ayam rica. Bumbunya terasa agak pedas. Masakan ini terasa enak.

Kira-kira lebih pedas mana, bumbu ayam rica ini atau proses submit jurnal Slovakia besok?