Tahu Kangkung

29 Agustus 2026

Hari ini cuaca sungguh sangat kering. Bahkan, rasanya sekering sungai yang mulai kemasukan air laut.

Agenda hari ini adalah mengikuti kegiatan penguatan program studi. Adapun materi utamanya adalah mendudukkan posisi prodi di dalam rumah besar kementerian. Sementara itu, kudapan paginya berupa kue bolu dan keripik pisang. Selain itu, ada juga camilan asin isi sayuran yang saya lupa namanya. Tentu saja sajian kopi dan teh juga turut tersedia.

Lalu, menu makan siang hari ini terasa sangat enak. Panitia menyajikan mi goreng dengan ukuran mi yang besar-besar. Kemudian, ada ikan bakar berkuah dan ayam masak manis. Selain itu, ada sayur oseng labu siam yang sulit dibedakan dengan pepaya muda. Lalu, hidangan tersebut dilengkapi dengan sajian tongseng sapi yang lezat. Sore harinya, panitia menghidangkan tahu isi sayur. Tentu saja ini adalah gorengan favorit saya. Sehingga, saya sanggup menghabiskan hingga empat buah.

Menjelang sore, saya bergegas pulang. Selesai mandi, saya pergi ke rumah eyang untuk mengisikan token listrik. Saat mampir sebentar, saya malah dibawakan cokelat untuk anak-anak. Selain itu ibuk saya juga membawakan keripik singkong.

Menjelang magribnya, saya makan oseng kangkung buatan istri. Lalu, ada tambahan lauk telur puyuh masak cokelat. Bentuk dan rasanya persis seperti sate sundukan di HIK atau angkringan khas Solo. Sungguh rasanya sangat enak. Sebab, sejauh ini belum ada angkringan di Samarinda yang bisa membuat telur puyuh seenak di Solo.

Lebih sulit mana, membedakan oseng labu siam dengan pepaya muda atau mencari sate telur puyuh asli di Samarinda?

Scopus Bingka

28 Agustus 2026

Hari ini cuaca terasa cukup dingin. Dinginnya persis seperti AC bersuhu enam belas derajat di dalam kamar yang sempit. 

Agenda saya hari ini adalah mengikuti lokakarya strategi menulis artikel ilmiah. Pematerinya adalah pakar yang sangat andal. Beliau adalah Profesor Eri Kurniawan dari UPI.

Sementara itu, konsumsi lokakarya hari ini terbilang standar. Hidangannya bukan sesuatu yang terlalu istimewa. Untuk coffee break pagi, tersedia keripik singkong dan lemper isi ayam. Selain itu, ada juga bingka yang rasanya biasa saja serta sajian kopi. Lalu, menu makan siang disajikan agak komplet. Panitia menghidangkan tomyam, ikan filet, ayam, dan daging. Kemudian, ada juga tambahan sayur brokoli dan mihun goreng. Sedangkan untuk camilan sore, tersedia kacang goreng beserta brownies.

Di sisi lain, materi lokakarya hari ini sungguh berbobot. Prof. Eri sangat menekankan pentingnya mencari knowledge gap. Sebab, tujuh puluh persen artikel gugur akibat sekadar mengganti lokasi penelitian. Oleh karena itu, konteks lokal Indonesia harus dijadikan kekuatan untuk membangun teori baru. Selanjutnya, beliau memaparkan strategi pemetaan jurnal target. Penulis harus mencari jurnal yang memang membutuhkan topik tersebut. Sehingga, kita tidak boleh sekadar asal submit naskah.

Lalu, sesi lokakarya berlanjut ke klinik judul dan abstrak. Judul yang baik maksimal terdiri dari lima belas kata. Sedangkan, abstrak wajib memuat lima rumusan kalimat utama. Kemudian, materi beralih ke penulisan tinjauan pustaka dan metode. Tinjauan pustaka harus berupa sintesis argumen yang solid. Selain itu, bagian diskusi juga wajib menjawab pertanyaan krusial so what?

Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta menyusun rencana kerja tiga puluh hari. Tujuannya adalah memastikan draf benar-benar siap dikirim.

Setelah acara selesai, saya bergegas pulang. Saat acara berlangsung, istri mengirim pesan WhatsApp. Ternyata dia membelikan camilan udang dari restoran Mie Gacoan. Sebab, menu mi di tempat tersebut memang kurang cocok di lidah kami.

Lebih sulit mana, menembus publikasi jurnal Scopus Q1 atau mencari bingka dengan rasa yang istimewa?

Kemarau dan Patin

27 Agustus 2026

Hari ini hujan belum juga turun. Setelah musibah kebakaran, layanan PDAM bisa jadi yang bermasalah.

Pagi ini saya mengajar mata kuliah ITS. Perkuliahan ini sudah memasuki minggu ketiga. Pertemuan sebelumnya sudah diisi dengan praktik menerjemahkan. Hari ini saya mengevaluasi hasil tugas tersebut. Selain itu, saya juga membahas berbagai istilah teknis dalam studi penerjemahan. Kemudian, kami mengupas definisi beserta proses dalam penerjemahan. Lalu, saya juga memaparkan kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang penerjemah.

Selesai mengajar, ada disposisi Dekan terkait peminjaman tempat. Urusan itu langsung saya teruskan kepada Kabag Umum. Setelahnya, saya mengadakan rapat singkat bersama WD 1 dan WD 3. Rapat ini khusus membahas koordinasi kegiatan untuk dua hari ke depan.

Siang harinya, saya memutuskan untuk pulang lebih cepat. Sebenarnya badan saya tidak sedang sakit. Namun, rasanya agak greges sehingga saya butuh istirahat. Sesampainya di rumah, istri ternyata sudah menyiapkan ikan patin bakar. Selain itu, ada juga tambahan gorengan dan pindang patin.

Bagi masyarakat Samarinda, ikan patin ini tentu sangat familiar. Tetapi, bagi istri saya yang pendatang dari Solo, ikan ini terasa sangat amis. Sehingga, dia kurang doyan menyantapnya. Padahal, saya sangat menyukai olahan patin, baik itu dibakar maupun dipindang.

Setelah makan, saya langsung tidur untuk beristirahat. Kemudian, saya baru terbangun pada pukul setengah enam sore. Alhamdulillah, sekarang badan saya sudah terasa enak kembali.

Lebih menguji kesabaran mana, menanti hujan atau menyatukan selera makan ikan patin di rumah?