Indomie Rebus

11 Oktober 2026

​Hari ini adalah hari Minggu. Seharusnya ini adalah hari libur. Pagi ini saya menikmati kopi V60. Namun, saya lupa apa nama biji kopinya. Saya sibuk mengerjakan revisi dari hasil seminar hari Jumat kemarin. Selain itu, saya juga menyambi mengoreksi skripsi mahasiswa.

​Siang harinya, saya bergegas pulang. Istri menitipkan pesan untuk dibelikan lumpia panas di Jalan Juanda. Sayangnya, saya benar-benar kelupaan. Sebagai gantinya, saya membeli milk tea di Momoyo. Sebenarnya, saya jarang menyetujui pembelian minuman ini. Sebab, saya memang membatasi konsumsi gula untuk anak-anak. Sekalian membeli Momoyo, saya juga membungkus nasi padang. Saya membelinya di warung Jalan Antasari seharga 25 ribu rupiah. Lauk pilihan saya adalah ayam gulai dan perkedel kentang.

​Sesampainya di rumah, anggota keluarga yang lain asyik meminum milk tea. Sedangkan saya langsung menyantap nasi padang tadi. Selesai makan, saya berencana membaca buku Translation and Philosophy. Sepertinya isi buku ini sangat berat.

​Setelah membaca, saya menyempatkan diri untuk merapikan lemari. Berkas-berkas yang berantakan akhirnya kembali rapi. Kemudian, saya pergi ke Indomaret untuk membeli air galon. Biasanya saya selalu menggunakan layanan pesan antar. Tetapi, stok galon di pusatnya ternyata sedang kosong.

​Malam ini, saya tiba-tiba sangat kepingin makan Indomie rebus.

​Gula anak-anak ketat dibatasi, tetapi bapaknya tidak. 

Setop Kaldu Jamur

10 Oktober 2026

​Hari ini adalah hari Sabtu. Seharusnya ini menjadi hari libur. 

Awalnya, saya berencana untuk mengopi di kafe. Namun, rencana tersebut akhirnya batal. Pagi ini saya justru harus mengerjakan validasi akreditasi. Ada data yang telat muncul di sistem. Oleh karena itu, berkasnya baru bisa dicek dan divalidasi hari ini.

​Sekitar jam sepuluh, saya sarapan. Saya meminta istri untuk membuatkan pecel. Kebetulan, saya sedang sangat ingin makan rebusan pare. Kemudian, istri menambahkan kembang turi dan bayam. Selain itu, istri juga menggorengkan ayam. Selesai makan, saya langsung tidur siang. Saat saya terbangun, istri ternyata sudah membelikan gorengan tahu isi sayur.

​Sementara itu, anak pertama saya ada kegiatan di sekolah. Ia harus praktik menyembelih ayam sekaligus memasaknya. Ia baru tiba di rumah pada jam enam sore.

​Sehabis magrib, saya menggoreng telur dadar. Telur ini dimasak untuk lauk tambahan pecel. Mulai minggu ini, saya berencana menyetop penggunaan kaldu jamur. Sebab, informasi di media sosial menyebutkan kandungan natriumnya sangat tinggi. Jadi, bumbu telur kali ini diganti dengan garam, micin, dan kecap asin. Ternyata, rasanya tetap enak.

​Malam harinya, anak-anak minta dibelikan kebab. Istri juga menitip pesan untuk dibelikan sarabba. Sedangkan saya sendiri memilih untuk membeli martabak telur. Alhamdulillah, semua makanannya enak dan perut pun kenyang.

​Kaldu jamur boleh disetop demi kesehatan, tetapi martabak telur tetap jalan terus.

Lapar Seminar

9 Oktober 2026

​Hari ini adalah hari Jumat. Suasana pagi ini terasa agak ribet. Saya harus mengantar anak sekolah sambil membawa jas. Sesampainya di kantor, saya langsung menyiapkan laptop. Perangkat ini digunakan untuk presentasi. Namun, saya menyempatkan diri untuk minum es kopi Kapal Api terlebih dahulu.

​Agenda pagi ini adalah seminar kemajuan ketiga. Saya mempresentasikan kemajuan tulisan disertasi saya. Saya menerima banyak masukan. Catatan tersebut diberikan oleh promotor dan kopromotor. Semuanya akan menjadi bahan revisi selanjutnya.

​Sebelum waktu Jumatan tiba, saya memutuskan untuk pulang. Saya merasa sangat capek karena seminar ini. Di perjalanan, saya mampir membungkus gorengan di dekat flyover. Sesampainya di rumah, saya langsung memakannya. Momennya pas bertepatan dengan azan salat Jumat. Selesai Jumatan, saya lanjut makan siang. Istri sudah menyiapkan ayam goreng dan pecel. Alhamdulillah, perut saya sangat kenyang.

​Sehabis makan, saya pun tertidur pulas. Saya baru terbangun pada sore hari. Setelah bangun, saya langsung makan lagi. Kali ini, istri memasak ikan asin coan-coan. Menu pecel dan ayam goreng siang tadi juga masih tersedia.

​Malam harinya, saya keluar untuk mencari makan. Saya membeli capcay kuah, mi goreng, dan nasi goreng. Rasa capcay kuahnya enak. Namun, rasa mi dan nasi gorengnya sungguh biasa saja.

​Otak lelah menampung revisi disertasi, tetapi perut tak lelah menampung makanan.