Martabak Belitung

24 Agustus 2026

Hari ini langit mulai mendung. Namun, saya belum juga melihat turunnya hujan. 

Pagi ini, saya menyelesaikan beberapa disposisi dari Dekan. Isinya terkait peminjaman ruang dan permohonan dana kegiatan mahasiswa. Selain itu, saya juga memaraf usulan kenaikan pangkat dosen. Lalu, ada pula berkas paraf untuk dosen yang baru naik jabatan fungsional. Pagi harinya, saya mendapat informasi penting. Katanya, setengah tiga sore nanti akan diadakan rapat pimpinan.

Siang harinya, saya makan mi ayam bakso dengan tambahan tetelan. Rasanya lumayan enak. Meskipun, bumbu ayamnya terasa agak kemanisan.

Sore harinya, saya menghadiri rapat pimpinan yang cukup ramai. Ada banyak sekali agenda yang didiskusikan. Di antaranya adalah persiapan pelatihan penulisan jurnal tanggal 27 dan 28 ini. Kemudian, kami membahas rencana pembentukan task force persiapan operasional S2 Linguistik sekaligus SK-nya. Lalu, kami juga menetapkan pembicara acara serta berkoordinasi dengan Dirjen Promosi Budaya. Selain itu, ada evaluasi terkait Peksiminas serta rotasi koordinator prodi Tari, Etno, dan P2MF. Keluhan operasional juga tidak luput dibahas. Mulai dari urusan perjanjian ruang mahasiswa, perbaikan AC, bantuan biaya konferensi internasional, hingga perbaikan voltase listrik di ruang kelas.

Selesai rapat, saya bergegas menjemput anak kedua. Biasanya istri yang jemput. Rupanya, hari ini ada demonstrasi sopir di Samarinda. Oleh karena itu, istri saya sempat terjebak macet panjang saat menjemput anak pertama. 

Sesampainya di rumah, istri sudah membelikan nasi ayam Banjar. Rasanya sangat lezat karena memakai bumbu habang. Istri juga membawa oleh-oleh gorengan tahu pedas dan tahu bakso.

Lalu, istri ternyata lanjut membeli martabak dan terang bulan Bangka di Juanda. Menurut saya, terang bulan Juanda ini memang belum ada tandingannya. Martabaknya juga sangat lezat. Dulu saya pernah ke Bangka Belitung dan mencoba martabak asli di sana. Rasanya ternyata sama persis dengan yang ada di Samarinda ini. Jadi, bisa dipastikan bahwa martabak Bangka di Juanda ini sangat autentik. 

Rencananya, kami akan makan malam bakso.

Lebih panjang mana, deretan agenda rapat pimpinan hari ini atau antrean macet demonstrasi di Samarinda?

Uang Ular

23 Agustus 2026

Hari ini hujan masih belum juga turun. 

Tadi pagi, saya mengawali hari dengan sarapan mi goreng buatan istri. Lalu, saya menambahkan dua telur ceplok. Sebelum sarapan, saya bersama dua anak pergi ke rumah eyang. Awalnya, saya hanya diminta untuk mengambil uang. Namun, ternyata uang tersebut justru diberikan untuk saya. Jadi, saya merasa bingung sekaligus sangat senang.

Kemudian, saya bersantai menonton The International Dota 2. Saat ini, Yatoro dan Team Spirit berhasil menembus babak final. Mereka bertanding melawan Team Vision. Tadi saat saya tonton, skor sementara tercatat 2-1 untuk keunggulan Team Spirit.

Siang harinya, kami makan ayam goreng tepung Mimi Chicken. Rasanya sangat enak karena ayamnya masih hangat. Saya memilih makan sayap dan menambah kulit ayam. Sedangkan, anak pertama saya lebih suka bagian paha atas. Lalu, anak kedua menghabiskan dua potong dada. Sementara itu, istri saya hanya memakan bagian kulit saja.

Setelah itu, saya dan anak kedua pergi membeli dua buah kelapa muda. Salah satu kelapa tersebut khusus kami berikan untuk istri. Selain itu, anak saya juga minta dibelikan tahu isi sayur. Ternyata, itu adalah siasat supaya dia mendapat kuota tambahan menit untuk bermain ponsel.

Malam harinya, kami makan Sate Ayam Ilham di dekat Polsek Juanda. Saya berhasil menghabiskan tiga belas tusuk sate. Lalu, anak pertama memakan dua belas tusuk. Anak kedua malah menghabiskan hingga lima belas tusuk. Namun, istri saya memilih memakan sisa mi goreng tadi pagi. Sebab, tadi pagi dia memang memasak porsi yang agak banyak.

Saat ini cuaca sungguh sangat kering. Bahkan, kemarin ada ular yang masuk ke teras rumah. Sepertinya, ular-ular mulai keluar dari sarang untuk mencari sumber air.

Lebih mengejutkan mana, mendapat uang kaget dari eyang atau menemukan ular di teras rumah?

Hujan Listrik

22 Agustus 2026

Hari ini saya masih menunggu hujan. 

Hari ini adalah hari Sabtu. Ini adalah hari libur. Pagi ini saya pergi mengantar anak pertama. Tadi malam ada pengumuman bahwa dia lolos ke semifinal. Oleh karena itu, pagi ini dia melanjutkan lomba Euphorbio. Lombanya bertempat di FMIPA Unmul.

Selesai mengantar, saya meluncur untuk ngopi. Sayangnya, menu kopi V60 belum tersedia. Jadi, saya memesan Americano arabika hangat. Rasanya ternyata lumayan juga.

Setelah ngopi, saya menjemput anak kedua. Sekitar pukul sepuluh, dia selesai kegiatan HW di sekolahnya. Namun, saya datang agak terlambat. Katanya, kegiatan tersebut sudah selesai sekitar sepuluh menit yang lalu.

Sesampainya di rumah, saya menyantap masakan istri. Menunya adalah mi goreng dan ati goreng. Selain itu, istri juga memasak sayur lodeh. Tetapi, lodehnya baru akan saya makan nanti malam. Istri saya juga membeli buah cempedak. Rasanya sangat enak dan manis.

Siang harinya, lomba anak pertama akhirnya selesai. Kemudian, dia dijemput oleh istri. Saat pulang, mereka membawa gorengan tahu isi sayur.

Saya juga menyempatkan bersantai menonton YouTube. Saat ini sedang berlangsung turnamen Dota 2. Tepatnya ajang The International 2026 di China. Jagoan saya tentu saja Team Spirit. Di tim itu ada pemain bernama Yatoro yang sangat jago.

Setelahnya, saya mencoba untuk tidur siang. Namun, saya terbangun karena listrik mendadak padam. Kamar langsung terasa sumuk tanpa adanya AC. Kondisi Samarinda sudah kering kerontang tanpa hujan. Lalu, sekarang ditambah pula dengan krisis listrik.

Mana yang lebih menguji kesabaran, menunggu turunnya hujan atau menanti menyalanya listrik?