Mitos Koki

8 Oktober 2026

​Hari ini terasa sangat kepagian. Pagi ini ada acara uji publik Magister Linguistik fakultas. Jadwal acaranya pukul setengah sembilan. Selesai mengantar anak, rasanya nanggung jika harus pulang dulu. Oleh karena itu, saya mampir mengopi di Alfamart sambil menunggu jam delapan lewat.

​Setibanya di lokasi, acara molor seperti biasa. Kegiatan baru dimulai pada jam sembilan. Acara ini merupakan diskusi dengan pihak eksternal. Kami sangat mengharapkan masukan dari pihak luar terhadap prodi baru FIB Unmul ini. Rencananya, program magister ini akan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun depan.

​Menu makanan hotel selalu saja kurang cocok di lidah saya. Saya kadang bingung melihat iklan makanan yang membanggakan koki mantan chef hotel. Padahal, masakan hotel sering kali kalah telak dari warteg pinggir jalan. Masakan yang jarang cocok ini justru dijadikan nilai jual. Saya sering heran saat menyantap makanan hotel. Apakah mereka tidak memakai bawang putih, atau hanya mengandalkan saus botolan saja? Namun, mungkin ini murni masalah selera lidah saya.

​Acara ini sebenarnya direncanakan selesai agak sore. Tetapi, karena intensitas masukan yang padat, acara bisa selesai lebih siang. Masukan-masukan ini langsung kami tampung. Setelah ini, kami akan merapatkannya kembali. Tahap selanjutnya tentu saja adalah promosi tentang keberadaan Magister Linguistik ini.

​Selesai acara, saya bergegas pulang. Istri saya rupanya sudah menyiapkan masakan permintaan saya. Beberapa waktu lalu, saya menonton video TikTok orang makan kepala ayam. Akibatnya, saya jadi sangat menginginkannya hari ini. Lauk ini disajikan bersama sayur bening bayam manis khas Solo dan sambal bawang.

​Reputasi koki hotel ternyata tetap takluk oleh pesona kepala ayam.

Mangut Kemarin

7 Oktober 2026

​Hari ini adalah hari Rabu. Pagi ini saya sudah tiba di kantor. Saya mengawalinya dengan meminum es kopi Kapal Api. 

Setelah itu, saya mengikuti rapat terjadwal bersama staf keuangan. Rapat ini berlangsung hingga siang hari. Kami fokus mengecek realisasi anggaran. Saat ini sudah masuk bulan kesepuluh. Oleh karena itu, kami harus memastikan realisasi terserap maksimal hingga akhir tahun.

​Siang harinya, saya menghadap Dekan. Saya melaporkan hasil rapat keuangan tadi. 

Kemudian, saya menyantap makan siang. Menunya adalah mangut lele masakan istri dari kemarin. Rasanya masih sangat enak. Bahkan, bumbunya terasa semakin meresap dan nikmat.
​Selanjutnya, saya mengerjakan disposisi surat masuk dari Dekan. Saya juga memberikan paraf pada beberapa dokumen. Setelah itu, saya kembali menyicil koreksian ujian mid. Saya sebenarnya ingin lanjut mengerjakan validasi hasil akreditasi tahap tiga. Sayangnya, file tersebut ada di laptop rumah. Kemarin saya lupa memindahkannya ke OneDrive.

​Akhirnya, saya pulang ke rumah. Sore harinya, saya makan ikan patin bakar dari Warung H. Ijay. Warung ini sangat saya rekomendasikan di Samarinda. Harganya tergolong standar dan cenderung murah dibandingkan tempat lain. Anak saya sangat menyukai sup patinnya. Sedangkan saya sangat menikmati sambal ikan bakarnya. Rasanya pedas manis dan sungguh enak.

​File akreditasi boleh saja tertinggal di memori laptop rumah, asal tidak tertinggal di memori masa lalu. 

Lele AI

6 Oktober 2026

​Hari ini adalah hari Selasa. Sayangnya, saya masih mendengar berita kebakaran di sekitar Samarinda.

​Pagi ini, ada lanjutan acara reviu internal dari kemarin. Agendanya adalah persiapan pembukaan prodi baru Magister Linguistik. Oleh karena itu, kami mengundang pihak LPMPP Unmul. Berkas sudah selesai direviu. Selanjutnya, draf tersebut harus segera direvisi lagi.

​Siang harinya, kegiatan pun selesai. Setibanya di meja kantor, saya langsung menyantap bekal dari istri. Menunya adalah hidangan favorit saya, yakni mangut lele. Sebetulnya, saya mendapat makan siang kotakan. Lauknya cukup mewah berisi daging dan udang. Namun, saya tetap teguh memilih mangut lele. Selesai makan, saya langsung mengikuti rapat terbatas bersama Dekan. Rapat ini membahas serapan keuangan menjelang akhir tahun. Artinya, realisasi anggaran harus segera dieksekusi.

​Setelah rapat, saya menyicil koreksian ujian mid ITS. Totalnya ada empat kelas. Tetapi, saya baru sanggup menyelesaikan sampai kelas ketiga. Hari ini juga ada lembar disposisi dari Dekan. Selain itu, saya menyempatkan diri mengoreksi skripsi mahasiswa bimbingan. Di zaman kecerdasan buatan ini, tugas mengoreksi skripsi terasa makin berat. Beberapa tahun lalu, dosen dipusingkan oleh masalah plagiarisme. Sekarang, tantangan barunya adalah AI writing. Ide skripsi mahasiswa malah menjadi aneh-aneh. Sebab, saran dari mesin sering kali berbelit dan terlalu rumit.

​Menjelang sore, saya terpaksa pulang agak cepat. Hal ini terjadi karena kampus tiba-tiba mati lampu. Bahkan, baterai HP saya sampai mati total. Sesampainya di rumah, saya memakan mangut lele lagi. Rasanya sungguh tidak bosan-bosan. Sementara itu, nasi kotak dari kantor saya berikan kepada anak kedua. 

Malam harinya, saya makan camilan roti canai. Istri membeli yang sudah jadi, sehingga tinggal dipanaskan saja. Istri juga mengukus tahu bakso stok kulkas untuk teman bersantai. Sedangkan anak-anak makan malam dengan menu nasi goreng.

Karena bukan ori, apakah kecerdasan buatan itu barang KW?