Otak Santai

24 Oktober 2026

Hari ini hari Sabtu. Suasananya sangat santai. Bahkan, sesantai tukang parkir.

Pagi ini anak kedua ada jadwal ekskul. Sementara itu, anak pertama tidak ada kegiatan. Saya mengantar anak kedua sekitar jam 10 pagi. Setelah selesai jam 11-an, ganti istri yang menjemputnya.

Sarapan kami hari ini agak siang. Menunya adalah sambal bawang favorit saya. Cara membuatnya sangat mudah. Bahannya hanya cabai mentah dan bawang putih goreng. Setelah ditambah sedikit garam dan micin, tinggal diulek. Lauknya cukup lele goreng dan ayam goreng. Rasanya sangat lezat.

Siang harinya setelah salat Zuhur, kami bertiga pergi belanja ke Mega. Anak pertama tetap memilih tinggal di rumah saja. Selesai belanja, kami menyempatkan makan siang di Bakso Gresik. Di Samarinda, ini adalah bakso terenak menurut saya. Walaupun, bakso yang jauh lebih enak sebenarnya ada di Surabaya, yaitu Bakso Mas Roy.

Sampai di rumah, saya langsung tidur. Saya baru terbangun saat menjelang sore.

Malam harinya, saya makan ayam geprek saus. Bumbu sausnya cukup unik karena campuran dari mayones, saus sambal, saus tomat, dan cabai segar. Semuanya digeprek dan dimasak sebentar. Ini adalah resep yang tidak sengaja saya temukan di TikTok. Ternyata, rasanya enak juga.

Badan boleh santai seperti tukang parkir, tapi urusan perut tetap kerja keras dari pagi sampai malam.

Bimbingan Ayam

23 Oktober 2026

Hari ini hari Jumat. Cuacanya terasa hangat, sehangat asap yang menyapu kulit wajah.

Pagi ini saya ada janji bimbingan dengan dua orang mahasiswa. Saya sudah menginformasikan di grup WA bahwa saya ada rapat pukul 08.30, sehingga waktu bimbingan hanya tersedia sebelum itu. Kejadian setelahnya cukup unik. Pukul 08.26, salah satu mahasiswa baru membalas WA dan menyatakan berhalangan hadir. Satu mahasiswa lagi sama sekali tidak ada konfirmasi, sampai saya masuk rapat pun saya tidak tahu apakah dia jadi bimbingan atau tidak.

Selesai rapat, waktu sudah mendekati salat Jumat. Ternyata, mahasiswa yang satu lagi itu dari tadi menunggu saya di tempat duduk bagian luar, bukan di ruang tunggu utama. Padahal kalau di ruang tunggu, pasti ada staf yang melihat dan menanyakan keperluannya. Dua kejadian pagi ini sungguh langka. Baru kali ini ada mahasiswa yang membatalkan janji bimbingan di menit akhir; biasanya saya yang melakukannya jika ada urusan mendadak. Untuk mahasiswa yang menunggu tadi, padahal solusinya sangat mudah: tinggal WA saya. Tapi sudahlah, sepertinya saya memang harus beradaptasi dengan dinamika mahasiswa zaman sekarang. Bimbingan akhirnya tetap berjalan, meski agak tergesa-gesa karena azan Jumat sudah mau berkumandang.

Sebelum ke masjid, saya menyempatkan diri membeli pentol. Selesai salat Jumat, saya membungkus ayam kecap di daerah Jalan Perjuangan. Saya pesan lauk ayam dan hati, harganya hanya Rp 16.000.

Ayam kecap itu saya makan di kantor. Rasanya enak. Selesai makan, saya dipanggil oleh Dekan untuk mengobrol sebentar.

Sore harinya saya pulang. Sampai di rumah, istri sudah menyiapkan sayur bayam, kepala ayam goreng, dan lele goreng. Karena perut masih kenyang efek ayam kecap tadi siang, saya memutuskan untuk tidak langsung makan. Rencananya, malam ini baru saya akan mengeksekusi masakan istri tersebut.

Dinamika Bimbingan Ayam Kecap.