Sungai Buaya

19 Agustus 2026

Pagi yang tenang. Setenang sungai yang berisi buaya. 

Hari ini saya sebenarnya terjadwal mengajar. Tetapi ada kegiatan fakultas terkait pelatihan konseling bagi dosen dan tendik. Kemarin sore saya mendapat pesan WA dari staf. Saya diminta mewakili Dekan untuk membuka acara tersebut. Sehingga kelas saya isi dengan tugas praktik penerjemahan. Memang semester ini mata kuliahnya lebih banyak tentang teori. Tetapi mahasiswa tetap perlu berlatih praktik. Semester depan barulah porsi praktik pengaplikasian teori diperbanyak. Cerpen yang diterjemahkan adalah Zebra Storyteller karya Spencer Holst. Cerpen ini menjadi pembuka buku pengantar sastra terbitan Norton. Isinya sangat bagus untuk membantu mendefinisikan sastra.

Lalu saya bergegas membuka kegiatan pelatihan konseling. Saya berdiri di podium mewakili Bapak Dekan. Dalam sambutan, saya menegaskan bahwa aset terbesar fakultas adalah sumber daya manusia. Bukan sekadar fasilitas fisik. Kemudian saya menyampaikan bahwa produktivitas dan kelancaran administrasi bergantung pada kesejahteraan psikologis. Saya juga mengingatkan bahwa beban kerja bisa memicu stres. Sehingga konseling harus hadir sebagai sistem dukungan nyata. Bagi dosen dan tendik, hal ini menjadi modal menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Serta melatih rasa empati dan sikap saling mengayomi.

Lalu saya menitipkan tiga pesan. Pertama, jadikan forum ini sebagai ruang aman untuk berdiskusi. Kedua, kembangkan kemampuan mendengarkan. Sebab solusi masalah birokrasi sering kali dimulai dari kesediaan mendengarkan. Ketiga, peserta harus mengimplementasikan ilmu ini.

Kemudian tibalah waktu makan siang. Menunya adalah kotak nasi berisi bebek goreng. Sambal terasinya sangat enak. Tetapi tidak ada nama warung di kotak kemasannya. Karena rasanya enak, mungkin saya akan mencari tahu dan membelinya lagi kapan-kapan.

Sore harinya saya pulang ke rumah. Menu makanannya adalah oseng buncis dan kecambah panjang. Menu ini kebetulan sesuai dengan permintaan saya. Tadi pagi sekitar jam sepuluh saya sempat melakukan video call dengan istri. Saya memang bilang sedang ingin makan oseng kecambah.

Apakah mempraktikkan pemahaman konseling di kampus itu setenang sungai yang berisi buaya?

Sorak Nusantara

18 Agustus 2026

Hari ini berjalan seperti biasa. Pagi hari, saya berangkat ke kampus. Di sana, saya melihat mahasiswa sedang bersiap. Mereka menyiapkan lomba 17-an di lingkungan FIB.

Pembukaan kegiatan ini dilakukan langsung oleh Dekan. Tema yang diangkat adalah Sorak Nusantara Merdeka. Setelah itu, acara dilanjut dengan pembagian doorprize. Kemudian, barulah perlombaan resmi dimulai.

Berbagai macam lomba ikut diselenggarakan. Tetapi, sepertinya yang paling seru adalah tarik tambang. Biasanya saya ikut bermain. Namun, tahun ini saya memutuskan untuk absen dulu.

Pekerjaan saya hari ini masih didominasi rutinitas. Saya kembali memproses lembar disposisi dari Dekan. Setelah itu, saya menguji satu orang mahasiswa. Mahasiswa tersebut membahas tentang maxim pragmatik di dalam sebuah film.
Kemudian, ada mahasiswa yang datang untuk konsultasi akademik. Ia merasa bingung terkait pemilihan beasiswa. Oleh karena itu, saya menyarankannya untuk berhitung dengan baik. Ia harus menyiapkan diri untuk kemungkinan jika tidak mendapat beasiswa sama sekali. Selain itu, ia juga perlu mempertimbangkan risiko jika sudah menerima beasiswa tertentu, tetapi ternyata ada pilihan lain yang lebih mantap.

Tadi saya juga mengikuti sebuah rapat. Kami membahas rencana kegiatan promosi budaya melalui sarana digital. Oleh sebab itu, kami merasa perlu mengadakan pelatihan dari content creator. Rencananya, kegiatan ini mungkin digelar sekitar bulan Oktober.

Sore harinya, saya tiba di rumah. Di meja makan, sudah tersedia menu soto ayam. Rasanya sungguh segar.

Lebih alot mana, tali lomba tarik tambang hari ini atau kebingungan mahasiswa memilih beasiswa?

Satyalancana dan Sarden

17 Agustus 2026

Hari ini adalah hari yang bersemangat. Semangat menyambut perayaan 17-an. Saya berani perang, tetapi takut kepanasan.

Pagi ini saya mengikuti upacara di GOR. Para pesertanya memakai baju adat Nusantara. Baju saya disiapkan oleh istri. Kata istri, ini adalah baju adat dari Aceh. Namun, sesampainya di lapangan ada yang bilang ini dari Nias. Ada juga yang menyebutnya baju adat Batak.

Upacara ini sekaligus dirangkai dengan penyerahan Satyalancana 10, 20, dan 30 tahun. Saya sudah mengabdi selama 12 tahun 4 bulan. Tetapi, saya belum mendapat Satyalancana 10 tahun. Mungkin saya harus menunggu. Atau mungkin harus mengusulkan sendiri, entahlah.

Pidato Pak Rektor hari ini berlangsung sebentar. Beliau menyampaikan bahwa kemerdekaan harus kuat dalam pikiran. Supaya kita tidak mudah percaya hal-hal negatif atau mudah dihasut. Beliau juga sekilas menyampaikan pesan tentang etika.

Selesai upacara, saya rapat sebentar dengan Dekan dan para Wakil Dekan. Kami membahas beberapa agenda fakultas. Salah satunya adalah kegiatan mahasiswa tari yang mengikuti Peksiminas. Semoga mereka mendapatkan juara yang sesuai harapan.

Pulang dari kampus, saya berkeliling mencari gorengan. Ternyata mencari gorengan di Samarinda pada tanggal merah ini sangat sulit. Penjual gorengan di Juanda dekat flyover tutup. Penjual di belakang Polsek Juanda juga tutup. Saya mencari ke Jalan Cendana dan ternyata tidak ada yang berjualan. Akhirnya saya menuju penjual gorengan di daerah Pasundan. Ini adalah pilihan terakhir daripada tidak mendapat sama sekali. Sayangnya di sini tidak ada tahu isi sayur, yang ada hanya isian bihun. Padahal saya mencari isian sayur supaya anak saya mau memakannya. Tentu dengan iming-iming boleh bermain handphone.

Besok rencananya ada berbagai perlombaan 17-an di fakultas. Semoga semua berpartisipasi agar acara menjadi ramai.

Hari ini istri saya puasa, sedangkan saya tidak. Sore ini ia minta dibelikan es tebu untuk berbuka. Kemudian anak saya ingin makan sarden. Awalnya saya mengira sarden termasuk makanan yang kurang sehat. Setara dengan mi instan, nugget, sosis, dan sejenisnya. Ternyata di media sosial ada pembahasan tentang hal ini. Sarden dikategorikan sebagai makanan yang baik karena bukan ultra-processed food. Sarden termasuk olahan awal dan relatif sehat. Jadi, saya berencana mulai menyetok sarden di rumah.

Apakah Satyalancana saya tertinggal di dalam kaleng sarden?