Koreksi Rapat
Efisiensi Gula
Kolesterol Hijau
18 Oktober 2026
Hari ini adalah hari Minggu yang hening. Jadi, saya mendedikasikan hari ini untuk istirahat penuh. Pagi ini saya sarapan dengan lauk kepala ayam goreng. Bagian lehernya yang penuh kulit terasa sangat enak. Dan, bagian otaknya juga tidak kalah lezat. Selain itu, ada juga sayap goreng. Lauk ini saya makan bersama sambal dan sayur bening bayam. Rasanya sungguh luar biasa lezat.
Setelah makan, saya langsung tidur siang. Saya memutuskan untuk tidak banyak mengecek HP. Lalu, saya bangun tidur dan langsung makan lagi. Menjelang sore, saya keluar membeli burger De'BestO. Ini adalah burger favorit saya saat ini. Sebab, saya sudah berhenti membeli burger dari merek-merek lain. Setelah membeli burger, saya mampir membeli teh hijau. Saya membelinya di gerai Es Teh Solo. Karena, saya berharap ini adalah teh hijau asli. Sehingga, bisa membuat pencernaan saya menjadi lebih bagus.
Sesampainya di rumah, kami memakan burger tersebut. Saya membeli empat porsi cheese burger. Tetapi, anak pertama saya ternyata tidak mau. Karena, dia hanya ingin makan Burger Bangor. Sehingga, burger keempat akhirnya saya bagi dua dengan anak kedua saya. Alhamdulillah, semua burgernya habis.
Untuk menu makan malam, hidangannya masih sama seperti tadi pagi. Tetapi, saya hanya ingin makan bagian kulit leher ayam dengan cocolan sambal saja.
Niat hati minum teh hijau demi kesehatan pencernaan, karena lemak leher ayam.
Setuju Sempro
17 Oktober 2026
Hari ini adalah hari Sabtu. Waktu libur ini seharusnya dipakai untuk beristirahat. Rencana awalnya saya memang ingin tidur. Tetapi, saya malah sibuk mengoreksi skripsi mahasiswa. Walaupun begitu, hasilnya lumayan produktif. Tiga mahasiswa saya setujui untuk sempro. Lalu, satu orang saya setujui untuk analisis semua data. Namun, satu mahasiswa lagi masih perlu bimbingan tatap muka.
Sekitar jam sepuluh, saya akhirnya sarapan. Istri memasak sayur capcay, empal goreng, dan paru goreng. Selain itu, ada tambahan sambal dan telur dadar. Rasanya sangat enak. Setelah sarapan, saya langsung tidur. Kemudian, saya terbangun sekitar jam dua siang. Saya pun lanjut makan siang. Lauknya ternyata masih sama dengan menu sarapan tadi.
Agak sore, saya, istri, dan anak kedua pergi keluar. Kami berencana mencari camilan. Kami membeli brownies Amanda varian Oreo. Setelah itu, kami juga membeli lumpia panas. Ternyata, harga lumpia ini naik menjadi 3.500 rupiah. Padahal sebelumnya harganya hanya 3.000 rupiah. Walaupun naik, istri saya tetap memborong 17 biji lumpia.
Sesampainya di rumah, kami berempat memakan semua camilan itu bersama-sama. Malam harinya, saya kembali makan nasi. Lauknya masih tetap sama.
Rencana rebahan seharian memang gagal total. Namun, lauk paru goreng sukses bertahan dari pagi sampai malam.
Misteri Amalan
16 Oktober 2026
Hari ini adalah Jumat berkah. Saya masih terus berharap agar masalah kebakaran hutan bisa segera diselesaikan.
Pagi ini saya mengawali hari dengan secangkir kopi hitam. Sarapannya berlauk nasi, sayur lodeh terong, dan ayam goreng. Selain itu, ada tambahan bakwan jagung dan telur rebus balado. Rasanya lumayan enak. Alhamdulillah.
Siang harinya, saya berangkat salat Jumat. Khatib membuka ceramahnya dengan bahasa berima. Kemudian, beliau lanjut bercerita tentang seorang pemuda saleh di era setelah masa sahabat. Dikisahkan bahwa pemuda ini memiliki doa yang seketika dikabulkan oleh Allah SWT.
Ceritanya, saat itu Madinah sedang dilanda musim paceklik karena lama tidak turun hujan. Si pemuda saleh ini kemudian berdoa meminta hujan. Doanya kebetulan terdengar oleh orang lain. Ajaibnya, saat itu juga hujan langsung turun. Orang yang mengetahui kejadian ini tentu penasaran dengan amalan si pemuda. Saya sebagai pendengar khotbah juga ikut sangat penasaran.
Orang-orang mencari pemuda tersebut untuk ditanyai. Namun, pemuda itu ternyata sudah menghilang. Sampai akhir ceramah, tidak diketahui pasti amalan khusus apa yang sebenarnya dilakukan oleh si pemuda. Ternyata, pesan moralnya adalah ibadah jangan diumbar agar terhindar dari sifat riya. Padahal, saya sudah terlanjur penasaran setengah mati.
Sore harinya, saya makan Bakso 86 di daerah Wiraguna. Rasanya lumayan lezat. Malam harinya, perut ini kembali diisi dengan Pempek Cek Marni. Alhamdulillah, saya merasa sangat kenyang.
Amalan pemuda itu sukses dirahasiakan. Sayangnya, porsi makan saya hari ini gagal disembunyikan.
Gengsi Negara
Rabu Biasa
14 Oktober 2026
Hari Rabu yang biasa. Mirip dengan Rabu lalu.
Pagi ini sebenarnya ada rencana kegiatan bersama pimpinan di BPK Kaltimtara. Namun, ada rapat keuangan yang harus diikuti. Pembahasannya masih seputar realisasi anggaran menjelang akhir tahun.
Sepertinya kami harus mulai bersiap. Efisiensi mungkin akan datang lagi. Seperti tahun-tahun sebelumnya.
Ada beberapa disposisi yang masuk. Semuanya saya teruskan kepada Kepala Bagian Umum untuk ditindaklanjuti.
Siang hari, saya makan pentol. Saya juga membeli dua potong ayam goreng tepung. Namun, pentolnya sudah membuat kenyang. Ayamnya pun tidak jadi saya makan.
Saya juga memesan peyek melalui salah seorang staf. Peyeknya enak. Renyah. Kriuknya pas.
Siang ini saya menerima tiga mahasiswa untuk bimbingan. Dua mahasiswa sedang mempersiapkan seminar proposal. Satu mahasiswa sudah selesai seminar proposal dan sedang melakukan perbaikan.
Saya memintanya menyelesaikan satu contoh analisis data terlebih dahulu. Jika contoh itu sudah tepat, barulah saya memintanya menganalisis seluruh data. Lebih baik memastikan langkah awalnya benar agar tidak perlu mengulang semuanya.
Hari ini juga ada dosen yang berulang tahun. Saya mendapat es cokelat dan kue. Kuenya enak. Tidak terlalu manis.
Sore hari, saya pulang lebih cepat. Anak kedua mengirim pesan melalui WhatsApp. Ia meminta saya segera pulang karena listrik di rumah padam. Sementara itu, istri harus menjemput anak pertama.
Sesampainya di rumah, listrik masih padam. Saya menunggu istri pulang bersama anak pertama. Kemudian, saya meminta dibuatkan kentang goreng.
Beberapa hari ini saya berhenti menggunakan kaldu jamur. Katanya, kandungan natriumnya cukup tinggi. Jadi, kentang itu hanya saya beri garam.
Ternyata tetap enak.
Malamnya, saya makan masakan istri. Menunya bermacam-macam. Ada oseng mihun dengan buncis, ayam bakar bacem, tempe bacem, paru goreng, dan sambal.
Semuanya enak.
Listrik bisa padam, selera makan menyala terus.
Takut Influenza
13 Oktober 2026
Hari ini adalah hari Selasa. Biasanya saya ada jadwal mengajar pada hari ini. Namun, dosen pengajarnya sudah berganti setelah ujian tengah semester. Pagi ini saya mengawalinya dengan meminum kopi dingin. Rasanya sungguh segar.
Agenda pagi ini adalah menguji mahasiswa yang sedang ujian seminar hasil (semhas). Saya memberikan beberapa masukan untuk perbaikan. Meskipun begitu, sebagai penguji, saya membiarkan dosen pembimbingnya yang memutuskan hasil akhirnya. Setelah itu, saya lanjut melayani mahasiswa bimbingan. Progresnya sudah bagus dan sedikit lagi bisa maju seminar proposal (sempro).
Hari ini anak pertama saya sedang kurang enak badan. Ia sampai harus izin tidak masuk sekolah. Katanya, badannya terasa pegal dan kepalanya pusing. Saya sangat khawatir karena di media sosial sedang ramai tentang wabah Influenza Tipe A. Saya terus memantau kondisinya melalui pesan WA. Syukurlah, siang harinya ia mulai merasa agak mendingan. Ia menitip pesan untuk dibelikan mi ayam yamin kesukaannya. Sore harinya pesanan itu ia makan, tetapi porsinya tidak habis.
Saya sendiri tidak ikut membungkus mi ayam yamin tersebut. Sebab, rasa mi ini memang kurang cocok di lidah saya. Siang tadi saya justru memesan Indomie di kampus. Saya memesan satu Indomie rebus dan satu Indomie goreng sekaligus. Perut saya bahkan masih terasa kenyang saat sampai di rumah pada sore hari.
Anak kedua saya besok akan mengikuti kunjungan wisata dari sekolah. Oleh karena itu, sehabis magrib kami pergi berbelanja ke Era Mart. Kami membeli berbagai macam jajanan seperti sushi, chiki, dan Yakult. Semua itu dipersiapkan untuk bekal sangu besok.
Malam ini saya kembali makan berlauk limpa goreng. Rasanya benar-benar enak pol. Hidangan ini disajikan bersama oseng-oseng kangkung. Alhamdulillah, rasanya sangat nikmat dan perut pun kenyang.
Khawatir setengah mati terhadap ancaman virus influenza yang sedang viral, tetapi ancaman kesehatan dari gabungan porsi ganda Indomie dan limpa goreng justru lupa. Lupa akibat limpa.
Realisasi Limpa
12 Oktober 2026
Hari ini ternyata masih berasap. Beberapa waktu lalu Samarinda sempat diguyur hujan. Saya kira urusan asap ini langsung beres. Ternyata masalah ini belum sepenuhnya hilang.
Pagi ini saya sampai di kantor. Saya langsung meminum es kopi Kapal Api. Hari ini ada kunjungan tamu dari RS Gigi dan Mulut Unmul. Mereka mengadakan sosialisasi dan promosi pelayanan medis. Saya memberikan sambutan dan bertanya sedikit. Saya menanyakan urusan tarif dan isu yang beredar. Kabarnya, pasien di RS kampus ditangani oleh mahasiswa semester awal. Tentu saja hal itu tidak mungkin terjadi. Mereka harus lulus dahulu sebelum bisa memegang pasien.
Selesai acara, saya bergegas menuju kelas. Saya masuk kelas agak terlambat. Hari ini saya mengajar mata kuliah Metopen. Materinya masih tentang latar belakang. Saya mengecek hasil tulisan mahasiswa. Sayangnya, kualitas tulisan mereka masih jauh dari standar minimum proposal skripsi.
Selesai mengajar, saya menyambung beberapa kali rapat keuangan. Saat ini sudah mendekati akhir tahun. Oleh karena itu, realisasi anggaran perlu menjadi perhatian utama.
Hari ini kegiatan saya berlangsung padat dan menyambung terus. Akibatnya, saya sampai lupa makan. Sore harinya, saya pulang dan langsung makan. Istri memasak sop daging dan limpa goreng. Limpa ini adalah jeroan sapi yang paling saya suka. Jika membeli coto Makassar, saya biasanya memesan campuran limpa dan daging. Sebetulnya saya hanya ingin memesan limpa saja. Tetapi, kalau pesan limpa saja, porsi yang didapat malah sedikit. Makan sore ini terasa sangat enak dan mengenyangkan.
Malam ini saya berencana pergi ke Era Mart. Lusa anak saya ada kegiatan piknik ke Anggana. Jadi, dia perlu bekal camilan selama kegiatan tersebut.
Realisasi anggaran kampus selalu dituntut maksimal, seperti limpa di coto.
Indomie Rebus
11 Oktober 2026
Hari ini adalah hari Minggu. Seharusnya ini adalah hari libur. Pagi ini saya menikmati kopi V60. Namun, saya lupa apa nama biji kopinya. Saya sibuk mengerjakan revisi dari hasil seminar hari Jumat kemarin. Selain itu, saya juga menyambi mengoreksi skripsi mahasiswa.
Siang harinya, saya bergegas pulang. Istri menitipkan pesan untuk dibelikan lumpia panas di Jalan Juanda. Sayangnya, saya benar-benar kelupaan. Sebagai gantinya, saya membeli milk tea di Momoyo. Sebenarnya, saya jarang menyetujui pembelian minuman ini. Sebab, saya memang membatasi konsumsi gula untuk anak-anak. Sekalian membeli Momoyo, saya juga membungkus nasi padang. Saya membelinya di warung Jalan Antasari seharga 25 ribu rupiah. Lauk pilihan saya adalah ayam gulai dan perkedel kentang.
Sesampainya di rumah, anggota keluarga yang lain asyik meminum milk tea. Sedangkan saya langsung menyantap nasi padang tadi. Selesai makan, saya berencana membaca buku Translation and Philosophy. Sepertinya isi buku ini sangat berat.
Setelah membaca, saya menyempatkan diri untuk merapikan lemari. Berkas-berkas yang berantakan akhirnya kembali rapi. Kemudian, saya pergi ke Indomaret untuk membeli air galon. Biasanya saya selalu menggunakan layanan pesan antar. Tetapi, stok galon di pusatnya ternyata sedang kosong.
Malam ini, saya tiba-tiba sangat kepingin makan Indomie rebus.
Gula anak-anak ketat dibatasi, tetapi bapaknya tidak.
Setop Kaldu Jamur
Lapar Seminar
9 Oktober 2026
Hari ini adalah hari Jumat. Suasana pagi ini terasa agak ribet. Saya harus mengantar anak sekolah sambil membawa jas. Sesampainya di kantor, saya langsung menyiapkan laptop. Perangkat ini digunakan untuk presentasi. Namun, saya menyempatkan diri untuk minum es kopi Kapal Api terlebih dahulu.
Agenda pagi ini adalah seminar kemajuan ketiga. Saya mempresentasikan kemajuan tulisan disertasi saya. Saya menerima banyak masukan. Catatan tersebut diberikan oleh promotor dan kopromotor. Semuanya akan menjadi bahan revisi selanjutnya.
Sebelum waktu Jumatan tiba, saya memutuskan untuk pulang. Saya merasa sangat capek karena seminar ini. Di perjalanan, saya mampir membungkus gorengan di dekat flyover. Sesampainya di rumah, saya langsung memakannya. Momennya pas bertepatan dengan azan salat Jumat. Selesai Jumatan, saya lanjut makan siang. Istri sudah menyiapkan ayam goreng dan pecel. Alhamdulillah, perut saya sangat kenyang.
Sehabis makan, saya pun tertidur pulas. Saya baru terbangun pada sore hari. Setelah bangun, saya langsung makan lagi. Kali ini, istri memasak ikan asin coan-coan. Menu pecel dan ayam goreng siang tadi juga masih tersedia.
Malam harinya, saya keluar untuk mencari makan. Saya membeli capcay kuah, mi goreng, dan nasi goreng. Rasa capcay kuahnya enak. Namun, rasa mi dan nasi gorengnya sungguh biasa saja.
Otak lelah menampung revisi disertasi, tetapi perut tak lelah menampung makanan.
Mitos Koki
8 Oktober 2026
Hari ini terasa sangat kepagian. Pagi ini ada acara uji publik Magister Linguistik fakultas. Jadwal acaranya pukul setengah sembilan. Selesai mengantar anak, rasanya nanggung jika harus pulang dulu. Oleh karena itu, saya mampir mengopi di Alfamart sambil menunggu jam delapan lewat.
Setibanya di lokasi, acara molor seperti biasa. Kegiatan baru dimulai pada jam sembilan. Acara ini merupakan diskusi dengan pihak eksternal. Kami sangat mengharapkan masukan dari pihak luar terhadap prodi baru FIB Unmul ini. Rencananya, program magister ini akan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun depan.
Menu makanan hotel selalu saja kurang cocok di lidah saya. Saya kadang bingung melihat iklan makanan yang membanggakan koki mantan chef hotel. Padahal, masakan hotel sering kali kalah telak dari warteg pinggir jalan. Masakan yang jarang cocok ini justru dijadikan nilai jual. Saya sering heran saat menyantap makanan hotel. Apakah mereka tidak memakai bawang putih, atau hanya mengandalkan saus botolan saja? Namun, mungkin ini murni masalah selera lidah saya.
Acara ini sebenarnya direncanakan selesai agak sore. Tetapi, karena intensitas masukan yang padat, acara bisa selesai lebih siang. Masukan-masukan ini langsung kami tampung. Setelah ini, kami akan merapatkannya kembali. Tahap selanjutnya tentu saja adalah promosi tentang keberadaan Magister Linguistik ini.
Selesai acara, saya bergegas pulang. Istri saya rupanya sudah menyiapkan masakan permintaan saya. Beberapa waktu lalu, saya menonton video TikTok orang makan kepala ayam. Akibatnya, saya jadi sangat menginginkannya hari ini. Lauk ini disajikan bersama sayur bening bayam manis khas Solo dan sambal bawang.
Reputasi koki hotel ternyata tetap takluk oleh pesona kepala ayam.