5 Oktober 2026
Hari ini adalah hari Senin. Pagi ini saya ada jadwal kelas Metodologi Penelitian. Saya sudah bersiap untuk mengajar. Materi juga sudah siap. Tetapi, tiba-tiba ada pesan WhatsApp yang masuk. Pesan itu mengingatkan tentang agenda review internal kurikulum prodi Magister Linguistik. Sehingga, rencana saya pagi ini langsung berubah.
Saya harus menghadiri review kurikulum terlebih dahulu. Akibatnya, saya terlambat masuk kelas. Saat review kurikulum, saya mengusulkan dua hal. Pertama, perlu ada kelas matrikulasi. Tujuannya agar alumni prodi non-bahasa bisa ikut mendaftar. Misalnya, dengan menyediakan mata kuliah dasar dari fonologi sampai semantik. Kedua, saya mengkritik penamaan mata kuliah "Bahasa dan Budaya". Sebab, secara hierarki makna, status keduanya tidak setara. Bahasa itu adalah bagian dari budaya. Penggunaan konjungsi "dan" di sana membuat maknanya terdengar aneh. Kasusnya sama anehnya seperti mahasiswa yang menulis frasa "sastra dan novel" di skripsi. Padahal, novel jelas-jelas adalah bagian dari sastra. Tetapi, ini sekadar usulan. Sehingga, tidak masalah jika akhirnya tidak disetujui.
Selesai memberi usulan, saya segera bergegas menuju fakultas. Saya masuk ke kelas Metopen dengan keterlambatan 50 menit. Namun, mahasiswa rupanya terlihat gembira jika waktu belajar di kelas sedikit berkurang. Hari ini saya membahas penulisan bab satu untuk proposal skripsi. Mahasiswa ternyata sudah menyiapkan ide dan tulisan. Kemudian, saya menguji ide mereka menggunakan tiga syarat. Pertama, objek penelitiannya wajib berupa karya sastra. Kedua, analisisnya harus memakai teori sastra. Dan ketiga, harus ada hal yang unik di dalam karya tersebut. Tiga syarat ini sudah cukup untuk langkah awal.
Selesai mengajar, saya kembali menyicil koreksi ujian tengah semester. Akhirnya, hari ini saya menemukan lembar jawaban mahasiswa yang bernilai 91. Alhamdulillah. Sebab sejak kemarin, saya hanya menemukan deretan mahasiswa dengan nilai di bawah 50. Untuk makan siang, saya mendapat jatah dari kegiatan review tadi. Menunya adalah ayam bakar dan rasanya lumayan.
Hari ini saya juga mendapat kabar penting. Seminar Kemajuan saya akhirnya dijadwalkan pada hari Jumat ini. Alhamdulillah. Kebetulan, saya juga memiliki jadwal menguji mahasiswa di hari Jumat. Sehingga, jadwal menguji tersebut saya geser pelaksanaannya menjadi face-to-face saja.
Sore harinya, saya beranjak pulang. Saya mampir sebentar ke rumah Bapak. Sebelumnya, saya sempat mengabarkan ingin pergi ke Makassar. Tetapi, rencana tersebut batal. Kami juga mengobrol tentang istri adik saya yang saat ini sedang hamil. Insyaallah, kami akan mendapat keponakan baru pada tahun depan.
Sesampainya di rumah, saya langsung makan malam. Menunya adalah lele goreng dan sayur asem. Alhamdulillah rasanya lezat. Malam harinya, saya melanjutkan makan pempek Bontang. Istri saya juga memasak mi instan. Tetapi, saya hanya mencicipinya sedikit karena rasanya keasinan.
Mi instannya ketumpahan garam.
0 comments:
Post a Comment