Sabtu Lembur


7 November 2026

Hari ini adalah hari Sabtu. Secara normatif, hari ini seharusnya menjadi waktu untuk libur. Namun, kenyataannya jadwal hari ini sangat padat dengan kegiatan Rencana Kerja Tahunan.

Secara spesifik, Fakultas Ilmu Budaya sedang fokus merumuskan rencana kerja untuk tahun 2027. Implikasinya, seluruh pimpinan harus memeras pikiran secara maraton.

Oleh karena itu, saya merasa sangat lelah seharian ini.

Rencana matang, raga tumbang.

Jumat Keramat

6 November 2026

Hari ini adalah hari Jumat. Hari yang kerap dianggap keramat.

Seharian penuh saya mengikuti kegiatan Rapat Tinjauan Manajemen di Balikpapan. Secara spesifik, agenda utamanya membahas ketercapaian Audit Mutu Internal setiap program studi. Implikasinya, jadwal diskusi berjalan sangat padat.

Namun, kelelahan tersebut langsung terbayar pada malam harinya. Istri membelikan camilan sate kulit ayam. Rasanya sungguh enak.

Prodi diaudit ketat, sate kulit mendarat tepat.

Bebek Balikpapan

5 November 2026

​Hari ini adalah hari Kamis. Hari ini I UK ulang tahun ke-68. Saya ada jadwal kegiatan fakultas ke Balikpapan. Paginya, saya masih menyempatkan diri menguji skripsi mahasiswa. Ujian kali ini adalah ujian seminar hasil.

​Selesai menguji, saya bergegas pulang ke rumah. Di perjalanan, saya mampir membeli sereal titipan anak. Sebelum sampai rumah, saya juga membeli gorengan di dekat flyover. Entah mulai kapan, harganya tiba-tiba naik. Sekarang harganya menjadi lima ribu rupiah untuk tiga biji.

​Sesampainya di rumah, saya beristirahat sebentar. Siang harinya, saya lanjut membeli makanan dan kue. Jajanan ini dibeli sebagai persiapan untuk kegiatan di Balikpapan.

​Malam harinya, kami akhirnya tiba di Balikpapan. Kami langsung makan malam di warung Bebek Pak Asman. Awalnya, saya ingin memesan bebek dada jumbo. Sayangnya, bagian dada sudah kosong dan hanya tersisa paha. Akhirnya, saya dan istri malah memilih makan ayam. Sementara itu, kedua anak saya tetap makan bebek bagian paha. Setibanya di hotel, saya segera beristirahat. Saya langsung mandi air hangat, lalu tidur.

​Harga gorengan di Samarinda sukses naik pelan-pelan, sementara stok dada bebek di Balikpapan malah sukses ludes tak tersisa.

Kabar Baik

4 November 2026

​Hari ini adalah hari Rabu yang terencana. Pagi harinya, saya pergi ke gedung rektorat bersama Dekan. Kami memiliki urusan yang harus segera diselesaikan. Setelah itu, kami mampir menemui Kabag Umum rektorat. Kebetulan, kami mendapatkan jatah meja dari rektorat. Saya pun meminta tolong staf untuk mengambilnya.

​Siang harinya, saya menyantap bekal buatan istri. Menunya adalah telur dadar dan tahu bakso. Rasanya sungguh enak sekali. Selesai makan, saya menunggu sebuah kabar. Saya menunggunya dari siang sampai sore. Alhamdulillah, saya mendapat kabar baik pada sore hari.

​Hari ini saya berangkat bekerja membawa mobil. Padahal, biasanya saya selalu menaiki motor. Jarak dari kantor ke rumah biasanya hanya memakan waktu sepuluh menit. Namun, perjalanan kemarin molor panjang menjadi 45 menit. Jalanan ternyata macet pol.

​Hati terasa sangat lega karena mendapat kabar baik, tetapi kaki malah pegal karena terjebak macet pol.

Badai Selasa

3 November 2026

Hari ini adalah hari Selasa. Suasananya terasa agak repot. Serepot naik motor dengan muatan belanjaan yang banyak.

Pagi ini muncul kabar kurang enak terkait urusan kantor. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus segera difokuskan. Selanjutnya, kami mengadakan rapat koordinasi pimpinan guna membahas agenda-agenda esensial. Namun, jalannya rapat hari ini sempat diwarnai oleh sedikit badai.

Setelah itu, saya bersiap untuk sebuah pertemuan sore. Meskipun demikian, agenda tersebut akhirnya batal setelah ditunggu sejak siang.

Pada akhirnya, saya memilih untuk segera pulang. Sesampainya di rumah, saya makan soto daging menggunakan perkedel dan kerupuk udang. Alhamdulillah, rasanya sangat lezat dan mengenyangkan.

Sebagai penutup, malam harinya saya mengemil pempek. Camilan ini saya beli dari seorang teman sesama dosen.

Kantor boleh badai, perut tetap damai.

Mangut Lele Limpa

2 November 2026

Senin. Hari yang penuh semangat. Saya terjadwal mengajar mata kuliah Metodologi Penelitian.

Materi hari ini berfokus pada previous studies. Mahasiswa yang menyusun skripsi wajib mencari penelitian relevan yang sudah selesai. Formulanya bisa berupa teori sama namun objek berbeda, atau sebaliknya. Tujuannya untuk menemukan kebaruan. Hal ini penting agar terhindar dari duplikasi penelitian yang sama persis. Mahasiswa harus cermat dalam memilih dan membandingkan.

Selesai mengajar, saya mencicil koreksi makeup test Penerjemahan. Sayangnya, nilai beberapa mahasiswa masih saja kurang maksimal. Di sela-sela itu, saya memproses beberapa disposisi dari Dekan. Berkasnya langsung saya teruskan ke Kabag Umum. Hari ini juga ada dosen yang menghadap terkait urusan studi lanjut. Bagaimanapun juga, pengembangan SDM di fakultas perlu terus dilakukan.

Siang harinya, saya membuka bekal super spesial dari istri. Jeroan favorit saya adalah limpa goreng. Masakan favorit saya adalah mangut lele pedas buatan istri. Bekal hari ini menghadirkan combo dari keduanya. Rasanya sungguh super mantap.

Sore hari sampai di rumah, ternyata sedang mati lampu. Listrik baru menyala menjelang Magrib. Begitu terang, saya langsung makan mangut lele dan limpa goreng lagi. Saya belum bosan. Sepertinya saya memang tidak akan pernah bosan dengan menu ini.

Mahasiswa dituntut mati-matian mencari kebaruan skripsi, tapi lidah saya tetap menolak move on dari combo mangut dan limpa.**

Minggu Santai

1 November 2026.

Minggu yang benar-benar libur. Saya memutuskan untuk menghabiskan waktu di rumah saja. Mumpung libur, saya akhirnya bisa menikmati tidur siang.

Urusan perut hari ini sangat memuaskan. Pagi hari saya sarapan Bakso Gresik. Siangnya, saya makan soto daging masakan istri. Istri juga membuat camilan bakwan. Selain itu, kami juga membeli cempedak goreng. Semuanya terasa sangat enak.

Malam harinya, saya kembali makan soto daging. Kali ini, istri menggoreng limpa sebagai lauk tambahan. Ini adalah jeroan favorit saya.

Badan boleh istirahat total di rumah, tapi perut tetap lembur mengolah soto dan limpa.

Derby Juanda

31 Oktober 2026

Hari ini hari Sabtu. Suasananya santai, sesantai hari libur. Kegiatan pagi saya mulai dengan mencari sarapan dan camilan. Kemarin anak kedua saya sempat kurang enak badan dan belum sempat makan malam. Alhamdulillah, pagi ini dia sudah kembali sehat.

Saya pergi ke penjual camilan di Jalan Juanda. Saya membeli aneka kue dan nasi chicken katsu. Waktu itu saya sedang memakai kaus Juventus. Tiba-tiba penjualnya bilang, "Mas, kita musuhan." Saya tentu saja bingung. Penjual itu lalu menunjukkan wallpaper HP-nya. Ternyata gambarnya logo I*ter Milan, rival abadi Juve di Serie A.

Setelah urusan "derbi" itu selesai, saya lanjut ke Indomaret Point. Saya membeli Kopi Jadul dan roti Say Bread rasa keju. Pukul 10.00 hingga 11.00, anak kedua ada jadwal ekskul matematika. Saya yang bertugas mengantar dan menjemputnya. Pagi ini juga ada kejutan yang menyenangkan. Kakak-kakak saya datang dari Cirebon dan membawakan oleh-oleh makanan.

Urusan perut di rumah juga sangat terjamin. Istri memasak oseng kacang panjang campur wortel, ikan layang goreng, dan bakwan jagung. Kami juga menambah lauk ayam goreng tepung yang dibeli di luar. Alhamdulillah, rasanya lezat. Sore harinya, istri kembali beraksi di dapur membuatkan nugget ayam isi keju dan cireng.

Rivalitas Serie A untuk milenial. 

Bening Layang

30 Oktober 2026

Hari ini hari Jumat. Cuacanya lumayan hangat. Sehangat momen berjalan keluar siang-siang menuju masjid. Saya salat Jumat di Masjid Al-Fatihah UNMUL. Sebelum ke masjid, saya menyempatkan mampir membeli pentol seharga sepuluh ribu rupiah. Saya hanya minta isian pentol dan tahu. Bumbunya cukup saus dan satu sendok sambal. Camilan ini saya habiskan perlahan sambil berjalan sampai ke pelataran masjid.

Paginya, saya mengadakan makeup test untuk mata kuliah Penerjemahan. Ujian ulang ini terpaksa dilakukan karena nilai mereka sebelumnya banyak yang terlampau rendah. Saya tidak mengawas kelas sendiri. Saya meminta tolong dua mahasiswa kakak kelas yang sedang bimbingan skripsi dengan saya untuk menjadi pengawas tes.

Jadwal hari ini cukup padat. Ada dua mahasiswa yang dijadwalkan maju ujian pendadaran. Selesai Jumatan, saya langsung menuju ruangan untuk menguji mereka.

Sore harinya saya pulang. Sampai di rumah, istri ternyata sudah memasak makanan favorit saya sepanjang masa. Ada sayur bening bayam campur timun dan ikan layang goreng. Sayur bening ini rasanya dominan manis khas masakan Solo. Perpaduan kedua lauk ini sangat kawin di lidah. Ini adalah hidangan kesukaan saya sejak kecil.

Resep sayur ini turun-temurun dari ibu saya. Tekniknya murni "cemplung-cemplung" tanpa tumisan minyak dan tanpa bawang putih. Pertama, rebus air secukupnya. Masukkan irisan tipis bawang merah. Biarkan mendidih beberapa saat sampai bawang merahnya benar-benar matang. Setelah itu, baru masukkan bayam dan timun. Kalau ada temu kunci, silakan dimasukkan sebagai penambah aroma. Bumbu utamanya sungguh unik. Masukkan dua sendok makan gula. Ya, dua sendok makan penuh, bukan sendok teh. Setelah itu, tambahkan sedikit garam seujung sendok. Begitu bayam terlihat empuk, segera matikan kompor. Rasanya sungguh manis, segar, dan luar biasa lezat.

Malam nanti saya berencana makan hidangan ini lagi. Entah kenapa, saya hampir tidak pernah merasa bosan dengan menu yang satu ini.

Di kampus harus ketat menghadapi nilai mahasiswa yang terjun payung.