5 Agustus 2026
Hari yang gasik.
Hari ini adalah acara pembukaan PKKMB FIB Unmul. Acara ini mengusung tema "Ngasapi Lawas". Tema tersebut ditafsirkan sebagai upaya menyingkap budaya tersembunyi. Selain itu, ini juga bermakna menghidupkan kembali tradisi.
Secara harfiah, "ngasapi" adalah tindakan membakar sesuatu agar menghasilkan asap. Praktik semacam ini bisa ditemukan pada Suku Kutai di daerah Kedang Ipil. Ritual tersebut merupakan bentuk rasa syukur menjelang masa panen. Sementara itu, "lawas" bermakna kuno atau tradisi lama. Oleh karena itu, maknanya menjadi sangat dalam jika digabungkan.
Setelah acara pembukaan, saya kembali ke ruangan. Saya melanjutkan rutinitas disposisi surat. Isinya masih seputar peminjaman sarana prasarana. Kemudian, ada juga urusan persetujuan konsumsi.
Selanjutnya, saya memaraf beberapa surat. Surat-surat ini nantinya akan ditandatangani oleh Dekan. Beberapa di antaranya adalah permohonan perpanjangan tugas belajar. Ada pula surat rekomendasi untuk lanjut studi. Sebenarnya ada beberapa surat lain, tetapi saya sudah tidak ingat detailnya.
Siang harinya, saya makan dengan menu Bebek Carok. Bumbu hitamnya sangat gurih. Ditambah lagi, paduan sambal mangganya juga luar biasa enak.
Kemudian, ada kabar yang cukup melegakan di kampus. Para dosen akhirnya sudah merampungkan urusan administrasi mereka. Tepatnya, kelengkapan berkas terkait pelaksanaan penelitian dan PKM.
Menjelang sore, saya pulang. Orang rumah menitipkan sebuah pesanan. Saya diminta membelikan pentol keju di Jalan Pramuka. Anak-anak saya memang sangat menyukai pentol tersebut.
Akhirnya, saya tiba di rumah. Saya langsung menyantap makan. Menunya bukan sederhana, yaitu sayur asem, sambal, dan lele goreng. Alhamdulillah, rasanya sangat nikmat.
Setelah pagi hari sibuk meresapi filosofi kepulan asap "Ngasapi Lawas", adakah kepulan asap yang lebih nikmat selain dari mangkuk sayur asem di meja makan rumah?
0 comments:
Post a Comment