Inflasi IPK

4 Agustus 2026

Hari yang cerah, untuk orang-orang yang ingin mendung.

Hari ini saya kembali melayani urusan KRS. Mahasiswa baru dan mahasiswa lama datang bergantian. Bagi mahasiswa dengan IPK di atas 3,5, prosesnya saya anggap lancar. Namun, bagi mereka yang IPK-nya 3,0 lebih sedikit, saya ajak mengobrol sedikit. Kami berdiskusi tentang bagaimana mengatur prioritas kuliah.

Momen ini membuat saya sedikit bernostalgia. Zaman saya kuliah dulu, angka IPK 3,0 lebih itu sudah bagus. Akan tetapi, zaman memang sudah berubah. Saat ini, IPK segitu justru tergolong kurang. Sepertinya, dosen zaman sekarang jauh lebih enteng dalam nilai.

Setelah itu, saya beralih mengurus administrasi fakultas. Saya menyelesaikan tumpukan disposisi dari dekan. Topiknya berkisar pada urusan peminjaman sarana prasarana. Selain itu, ada juga urusan persetujuan usulan pembiayaan.

Siang harinya, saya makan siang dengan menu pentol. Rasanya ternyata lumayan enak. Apalagi, varian isiannya cukup beragam. Ada pentol isi jamur, isi keju, dan juga isi telur.

Selesai makan, saya kembali fokus pada urusan akreditasi. Saya mengirimkan catatan validasi kepada sejawat asesor. Di dalamnya, ada catatan tentang beberapa butir yang terlewat diisi. Selain itu, ada dokumen pakta integritas yang tertukar dan belum diunggah. Meskipun begitu, masalah ini bisa jadi akibat error pada sistem. Selanjutnya, saya juga memberikan saran terkait penggunaan diksi untuk menyusun rasional penilaian akreditasi sekolah.

Di sela-sela kesibukan itu, ada sebuah diskusi singkat. Kami membahas pembiayaan kegiatan PKM para dosen.

Sore harinya, saya akhirnya pulang ke rumah. Saya mencoba makan pisang susu yang direbus. Ide ini murni muncul gara-gara saya melihat konten di TikTok. Biasanya, hanya pisang kepok yang lumrah direbus. Tetapi, ternyata rasa pisang susu rebus ini enak juga.

Melihat rentetan kejadian hari ini, saya jadi menyadari satu hal. Ternyata, bukan cuma standar nilai IPK mahasiswa saja yang kini gampang lunak. Prinsip ngemil saya rupanya juga ikut-ikutan gampang lunak hanya karena racun dari TikTok.

0 comments:

Post a Comment