22 Agustus 2026
Hari ini saya masih menunggu hujan.
Hari ini adalah hari Sabtu. Ini adalah hari libur. Pagi ini saya pergi mengantar anak pertama. Tadi malam ada pengumuman bahwa dia lolos ke semifinal. Oleh karena itu, pagi ini dia melanjutkan lomba Euphorbio. Lombanya bertempat di FMIPA Unmul.
Selesai mengantar, saya meluncur untuk ngopi. Sayangnya, menu kopi V60 belum tersedia. Jadi, saya memesan Americano arabika hangat. Rasanya ternyata lumayan juga.
Setelah ngopi, saya menjemput anak kedua. Sekitar pukul sepuluh, dia selesai kegiatan HW di sekolahnya. Namun, saya datang agak terlambat. Katanya, kegiatan tersebut sudah selesai sekitar sepuluh menit yang lalu.
Sesampainya di rumah, saya menyantap masakan istri. Menunya adalah mi goreng dan ati goreng. Selain itu, istri juga memasak sayur lodeh. Tetapi, lodehnya baru akan saya makan nanti malam. Istri saya juga membeli buah cempedak. Rasanya sangat enak dan manis.
Siang harinya, lomba anak pertama akhirnya selesai. Kemudian, dia dijemput oleh istri. Saat pulang, mereka membawa gorengan tahu isi sayur.
Saya juga menyempatkan bersantai menonton YouTube. Saat ini sedang berlangsung turnamen Dota 2. Tepatnya ajang The International 2026 di China. Jagoan saya tentu saja Team Spirit. Di tim itu ada pemain bernama Yatoro yang sangat jago.
Setelahnya, saya mencoba untuk tidur siang. Namun, saya terbangun karena listrik mendadak padam. Kamar langsung terasa sumuk tanpa adanya AC. Kondisi Samarinda sudah kering kerontang tanpa hujan. Lalu, sekarang ditambah pula dengan krisis listrik.
Mana yang lebih menguji kesabaran, menunggu turunnya hujan atau menanti menyalanya listrik?
0 comments:
Post a Comment