Hari ini adalah hari yang bersemangat. Semangat menyambut perayaan 17-an. Saya berani perang, tetapi takut kepanasan.
Pagi ini saya mengikuti upacara di GOR. Para pesertanya memakai baju adat Nusantara. Baju saya disiapkan oleh istri. Kata istri, ini adalah baju adat dari Aceh. Namun, sesampainya di lapangan ada yang bilang ini dari Nias. Ada juga yang menyebutnya baju adat Batak.
Upacara ini sekaligus dirangkai dengan penyerahan Satyalancana 10, 20, dan 30 tahun. Saya sudah mengabdi selama 12 tahun 4 bulan. Tetapi, saya belum mendapat Satyalancana 10 tahun. Mungkin saya harus menunggu. Atau mungkin harus mengusulkan sendiri, entahlah.
Pidato Pak Rektor hari ini berlangsung sebentar. Beliau menyampaikan bahwa kemerdekaan harus kuat dalam pikiran. Supaya kita tidak mudah percaya hal-hal negatif atau mudah dihasut. Beliau juga sekilas menyampaikan pesan tentang etika.
Selesai upacara, saya rapat sebentar dengan Dekan dan para Wakil Dekan. Kami membahas beberapa agenda fakultas. Salah satunya adalah kegiatan mahasiswa tari yang mengikuti Peksiminas. Semoga mereka mendapatkan juara yang sesuai harapan.
Pulang dari kampus, saya berkeliling mencari gorengan. Ternyata mencari gorengan di Samarinda pada tanggal merah ini sangat sulit. Penjual gorengan di Juanda dekat flyover tutup. Penjual di belakang Polsek Juanda juga tutup. Saya mencari ke Jalan Cendana dan ternyata tidak ada yang berjualan. Akhirnya saya menuju penjual gorengan di daerah Pasundan. Ini adalah pilihan terakhir daripada tidak mendapat sama sekali. Sayangnya di sini tidak ada tahu isi sayur, yang ada hanya isian bihun. Padahal saya mencari isian sayur supaya anak saya mau memakannya. Tentu dengan iming-iming boleh bermain handphone.
Besok rencananya ada berbagai perlombaan 17-an di fakultas. Semoga semua berpartisipasi agar acara menjadi ramai.
Hari ini istri saya puasa, sedangkan saya tidak. Sore ini ia minta dibelikan es tebu untuk berbuka. Kemudian anak saya ingin makan sarden. Awalnya saya mengira sarden termasuk makanan yang kurang sehat. Setara dengan mi instan, nugget, sosis, dan sejenisnya. Ternyata di media sosial ada pembahasan tentang hal ini. Sarden dikategorikan sebagai makanan yang baik karena bukan ultra-processed food. Sarden termasuk olahan awal dan relatif sehat. Jadi, saya berencana mulai menyetok sarden di rumah.
Apakah Satyalancana saya tertinggal di dalam kaleng sarden?
0 comments:
Post a Comment