Hari ini adalah hari yang menunggu hujan. Rasanya persis bagai penumpang kereta api yang jadwal keberangkatannya sisa 10 menit lagi.
Di kampus, rutinitas tetap berjalan. Saya meneruskan surat disposisi dari Dekan terkait permohonan peminjaman ruang. Lalu saya menyiapkan berkas full paper untuk kegiatan international conference. Saya juga merapikan materi presentasi (PPT). Termasuk menyiapkan bukti transfer pendaftaran sebagai presenter. Kemudian saya mengunggah berkas terkait urusan beasiswa. Tetapi sepertinya saya salah mengunggah file karena tergesa-gesa menekan tombol kirim. Saya sungguh berharap masih ada masa perbaikan data nanti.
Hari ini mahasiswa juga mengumpulkan tugas praktik penerjemahan. Saya mengoreksi tugas mereka sambil mendengarkan Podcast Seminggu. Kebetulan bintang tamu mereka kali ini adalah podcaster Mendoan. Ini pengalaman yang sangat menarik karena saya menyukai keduanya. Sehingga rasanya seperti menonton dua acara sekaligus.
Sambil membaca, ada beberapa hal yang perlu saya diskusikan dari hasil terjemahan mahasiswa. Pertama, terkait frasa inappropriate Zebraic. Konteks ceritanya adalah seekor kucing yang meniru bahasa zebra. Jika diterjemahkan secara literal menjadi "bahasa zebra yang tidak pantas", rasanya kurang pas. Sebab konotasi bahasa yang tidak pantas cenderung mengarah pada makian atau kata kotor.
Kedua, ada frasa idiomatis fits to be tied. Frasa ini secara umum memang bermakna sangat marah. Tetapi jika dimasukkan ke dalam konteks cerita ini, maknanya menjadi kurang nyambung. Ketiga, kata innocent zebra. Jika mahasiswa menerjemahkannya menjadi "zebra polos", kalimatnya terdengar aneh. Karena zebra polos seakan-akan berarti warna kulit zebra tersebut polos tanpa belang. Keempat, penerjemahan the delicate nose. Konteksnya adalah kemampuan penciuman zebra. Kata delicate memang bisa bermakna hidung yang halus. Tetapi jika dikaitkan dengan penciuman, arah maknanya lebih tepat menjadi penciuman yang sensitif atau tajam.
Siang harinya saya jajan pentol. Rasanya ternyata enak juga.
Lalu setibanya di rumah, istri saya sudah memasak. Menunya adalah oseng sayur isian capcai dan ayam goreng. Rasanya enak pol. Menu ini sangat cocok untuk anak saya yang kebetulan baru belajar makan sayur. Tentu saja, proses belajarnya harus menggunakan iming-iming bermain HP.
Apakah kepanikan salah unggah berkas itu lebih aneh dari zebra polos?
0 comments:
Post a Comment