Hari yang enak. Mendung tapi tidak kunjung hujan.
Hari ini rutinitas administrasi berlanjut. Saya mengurus surat disposisi dari Dekan.
Urusan KRS mahasiswa juga belum selesai. Sebagian mahasiswa mengurus secara daring. Mereka sedang berada di lokasi KKN. Namun, ada juga yang datang langsung ke ruangan.
Di sela-sela kesibukan itu, sebuah laporan masuk. Ada sedikit kendala dalam proses pengusulan prodi baru. Syukurlah, masalah ini masih bisa diatasi dengan baik.
Kejadian paling menarik hari ini muncul di layar ponsel. Seorang mahasiswa baru Sastra Inggris angkatan 2026 mengirim pesan. Ia ingin berkonsultasi soal KRS.
Ketikan pesannya menggunakan gaya bahasa anak zaman now. Jurang komunikasi di antara kami terasa sangat jauh. Namun, sebagai generasi milenial, saya berusaha tetap santai. Saya mencoba untuk mulai membiasakan diri.
Hanya saja, momen ini membuat saya sadar satu hal. Bertahun-tahun menjadi dosen Sastra Inggris ternyata tidak banyak membantu. Dulu saya merasa hebat bisa menerjemahkan teks bahasa asing yang rumit. Hari ini, saya malah merasa butuh waktu untuk memahami bahasa mahasiswa saya sendiri.
0 comments:
Post a Comment