26 Oktober 2026
Hari ini adalah hari Selasa. Suasana hari ini terasa sangat bersejarah.
Agenda utamanya adalah pelantikan Rektor Unmul terpilih. Oleh karena itu, ada banyak harapan di balik momentum ini. Saya sangat ingin rektor baru menggunakan perspektif budaya dalam kepemimpinannya.
Pertama, manajemen kampus harus memanusiakan seluruh sivitas akademika. Sebab, mereka bukan sekadar alat pemenuh target IKU. Apabila ada target yang meleset, pendekatannya harus lewat dialog personal.
Kedua, kebijakan harus berasaskan musyawarah. Misal, pemotongan dana tidak boleh lagi dilakukan secara sepihak.
Ketiga, tata kelola infrastruktur perlu berbasis keadilan ekologis. Perbanyaklah ruang komunal yang inklusif agar interaksi menjadi lebih organik.
Keempat, birokrasi harus luwes dan mengakar pada kearifan lokal. Misalnya, rektor bisa merutinkan acara makan bersama atau ngobrol santai di ruang prodi sambil membawa kopi.
Kelima, rektor perlu menunjukkan keteladanan estetik. Contohnya adalah dengan menyematkan elemen etnik Kaltim pada busana atau ruang kerja.
Kesimpulannya, sistem kampus memang harus administratif. Namun, eksekusinya harus tetap humanis.
Harapan untuk rektor baru disusun setinggi langit, seperti MBG.
0 comments:
Post a Comment