Layang Goreng Asap

16 September 2026

Membuka media sosial hari ini, saya melihat kabar bahwa beberapa wilayah di Samarinda akhirnya mulai diguyur hujan. Alhamdulillah. Kondisi udara di Samarinda belakangan ini memang sudah mulai terasa berasap akibat kemarau dan kebakaran lahan. Sepertinya, kita sudah harus mulai mengenakan masker lagi saat beraktivitas di luar ruangan.

Agenda akademik saya hari ini berfokus pada kelas penerjemahan. Materi yang saya sampaikan kepada mahasiswa masih sama dengan kelas kemarin, yakni membahas rincian teknik penerjemahan berdasarkan teori dari Molina dan Albir. Di luar tugas mengajar, rutinitas administratif fakultas juga tetap berjalan. Hari ini saya memaraf beberapa surat resmi FIB serta mengurus sejumlah dokumen penting yang membutuhkan tanda tangan persetujuan dari Dekan.

Selain itu, hari ini FIB juga menerima kedatangan tamu dari Jakarta. Tim ini datang untuk meninjau langsung kesiapan fasilitas fakultas kita yang akan menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan dari Kementerian Kebudayaan pada bulan Oktober mendatang, khususnya terkait lokakarya promosi budaya.

Sepulang dari kampus, saya menyempatkan diri mampir untuk membeli gorengan di tempat yang baru. Sayangnya, rasanya ternyata biasa saja. Namun, rasa kurang puas itu langsung terobati begitu saya sampai di rumah. Istri saya ternyata sudah membelikan bakso dari warung Bakso Bintang 86 di dekat rumah. Menikmati semangkuk bakso hangat yang diberi tambahan remukan emping benar-benar terasa mantap dan nikmat.

Malam harinya, perut saya kembali dimanjakan. Istri sudah menyiapkan makan malam berupa ikan layang goreng, lengkap dengan lalapan segar dan sambal. Alhamdulillah, saya makan dengan sangat kenyang malam ini.

Mengurus birokrasi dokumen dan memastikan kesiapan fakultas menyambut tamu kementerian memang cukup menyita fokus, tetapi rasa lelah itu selalu menguap begitu saja saat menyantap hidangan nikmat yang disiapkan istri di rumah.

Sambal Tengah Semester

15 September 2026

Pagi ini saya membaca berita yang menyebutkan bahwa intrusi air laut ke Sungai Mahakam sudah kembali pada batas normal. Alhamdulillah, pelayanan distribusi air PDAM pun kini sudah berangsur normal.

Sebenarnya pagi ini ada jadwal rapat, tetapi waktunya bertepatan dengan jam mengajar. Saya pun meminta izin kepada pimpinan untuk tidak mengikuti rapat dan memilih tetap masuk kelas. Saya harus mengambil keputusan ini karena kelas minggu lalu sudah terpaksa kosong, dan minggu depan pun rencananya akan kembali kosong. Terlebih lagi, jadwal ujian tengah semester sudah semakin dekat. Di kelas hari ini, saya menyampaikan materi mengenai teknik penerjemahan, khususnya merujuk pada teori yang dikemukakan oleh Molina dan Albir. Selesai mengajar, saya memeriksa beberapa berkas disposisi dari Dekan dan langsung meneruskannya kepada Kabag Umum untuk ditindaklanjuti.

Siang harinya, saya makan dengan lauk ayam goreng dan sambal buatan istri. Rasanya sungguh enak sekali. Lalu pada sore harinya, saya kembali menyantap sambal yang sama, tetapi kali ini disandingkan dengan lauk bebek goreng. Makan sore tadi terasa sangat nikmat dan mengenyangkan.

Malam ini, saya berencana untuk melanjutkan pekerjaan menyusun laporan akreditasi. Saya sengaja mengerjakannya dengan cara menyicil sedikit demi sedikit, karena saya tahu betul bahwa draf laporan tersebut tidak akan mungkin selesai dalam satu malam.

Mengejar ketertinggalan materi kuliah sebelum UTS rupanya cukup menguras energi, tetapi lelahnya langsung terbayar lunas oleh nikmatnya sambal buatan istri di rumah.

Bakso Keju

14 September 2026

Alhamdulillah. Semalam aliran air PDAM akhirnya kembali menyala. Saya pun sempat memenuhkan tandon air di rumah. Selain itu, kami juga bisa menuntaskan cucian baju.

Pagi ini saya kembali masuk ke kantor. Sebelumnya, saya bertugas PKM di Kutai Timur selama seminggu penuh. Tumpukan berkas disposisi di meja ternyata ada beberapa. Padahal, saya tetap mengerjakan disposisi secara daring saat berada di Kutim. Selanjutnya, pagi ini saya berencana menyelesaikan laporan kegiatan tersebut. Saya mengerjakannya dengan cara menyicil sedikit demi sedikit. Sebab, jumlah dokumen laporannya memang lumayan banyak.

Siang harinya, saya bergegas pergi ke apotek. Saya harus mengambil beberapa macam obat rutin. Salah satunya adalah obat penurun tekanan darah. Selain itu, saya juga membeli beberapa jenis suplemen vitamin. Sebelum sampai di rumah, saya menyempatkan untuk mampir sebentar. Saya membeli camilan di tempat gorengan Om Beg.

Sesampainya di rumah, saya menyantap gorengan tersebut bersama istri. Kemudian, saya langsung merebahkan diri untuk tidur siang. Kondisi badan saya memang belum terasa bugar sepenuhnya. Di usia empat puluhan ini, tubuh saya butuh waktu beberapa hari untuk pemulihan setiap habis dinas luar kota. Bahkan, kondisinya malah sering jatuh seperti orang sakit. Padahal, dulu badan ini selalu segar bugar sehabis menempuh perjalanan jauh. Sayangnya, fisik saya sekarang menjadi jauh lebih gampang lelah.

Sore harinya, saya bangun dan langsung menyantap bakso. Istri saya sengaja menggilingkan daging bakso ini di Pasar Kedondong. Rasanya sungguh sangat enak. Apalagi, bakso buatan sendiri ini diberi tambahan isian keju. Sementara itu, malam ini saya berencana makan menu yang lebih sederhana. Saya hanya ingin menyantap seporsi mi Indomie goreng.

Fisik rentan usia empat puluhan yang gampang rebah ini rupanya bisa seketika pulih hanya dengan melihat tandon air yang penuh dan menyantap semangkuk bakso isi keju buatan istri.