Pulang dan Anak

11 September 2026

Hari ini adalah hari kedua saya di Bengalon. Saya di sini masih sama-sama menunggu turunnya hujan. Warga Bengalon bahkan sudah mulai membeli air bersih. Sebab, sumur-sumur mereka kini sudah mengering.

Agenda saya hari ini berfokus pada kegiatan berkeliling sekolah. Saya bertugas mengecek kondisi sarana dan prasarana. Selain itu, saya juga harus memeriksa kembali kelengkapan dokumen.

Pagi ini saya sarapan nasi goreng di penginapan. Saya menyantapnya dengan tambahan sambal terasi. Ternyata, rasanya sungguh sangat enak. Semalam saya juga membeli nasi goreng di warung sebelah penginapan. Namun, rasanya justru terasa biasa saja. Tahu begitu, saya tentu akan memesan nasi goreng di penginapan saja dari awal.

Siang harinya, saya menyempatkan makan nasi Padang sebelum berangkat salat Jumat. Sayangnya, hidangan tersebut kurang cocok di lidah saya. Nasi yang disajikan bertekstur terlalu pulen. Padahal, masakan Padang itu paling cocok menggunakan jenis beras yang *ngepyar*. Selain itu, telur dadarnya juga terasa terlalu banyak campuran tepung.

Sore harinya, saya langsung bertolak kembali ke Samarinda. Rute kepulangan kami melewati Bengalon, Sangatta, Bontang, lalu perlahan masuk ke Samarinda. Perjalanan darat ini terasa lumayan menguras tenaga. Untungnya, kondisi jalanan yang kami lewati sudah relatif bagus. Saya sungguh sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan anak wedhok di rumah.

Sumur kering dan nasi Padang yang kelewat pulen ini memang sedikit mengecewakan, tetapi bayangan bertemu anak sukses menyapu habis semua kelelahan di sepanjang jalan.

0 comments:

Post a Comment