Debu-debu Almuni

8 September 2026

Ini adalah hari kedua saya di Long Mesangat. Jalanan di sini masih dipenuhi debu. Bahkan, tanaman di sekitarnya seolah kehilangan klorofil. Kondisi ini persis seperti Samarinda yang terus menunggu turunnya hujan.

Agenda hari ini lumayan padat. Saya harus melakukan observasi lingkungan sekolah. Lalu, kegiatannya bersambung pada telaah dokumen dan wawancara guru. Saat di perjalanan, kami sempat berhenti sejenak. Tanpa disangka, saya bertemu dengan alumni Sasing FIB. Kami pun asyik mengobrol dan bercerita. Saat ini dia sudah menjadi guru bahasa Inggris di sebuah SMA. Saya sempat bertanya mengenai gajinya. Ternyata, pendapatannya sudah terbilang lumayan. Kami lanjut bercerita tentang kabar dosen-dosen sasing sekarang. Selain itu, kami juga membahas urusan pekerjaan dan rencananya untuk lanjut kuliah.

Sesampainya di sekolah, saya langsung berkeliling. Saya meninjau area sekolah dari ujung ke ujung. Kemudian, saya mengambil beberapa foto beserta kelengkapannya. Selanjutnya, saya mulai menelaah dokumen. Ternyata masih ada beberapa berkas yang perlu disiapkan lagi. Saat sedang berada di sekolah, cuaca sebetulnya sempat akan hujan. Rintik kecil bahkan sudah mulai turun. Namun, tiba-tiba cuaca kembali berubah menjadi sangat panas.

Sore harinya, saya balik ke penginapan. Sebab, besok saya harus melanjutkan perjalanan menuju Bengalon melalui Rantau Pulung. Perjalanan tersebut akan memakan waktu hingga tujuh jam melewati jalan rusak dan berdebu. Sebelum sampai di penginapan, saya sempat mampir makan. Menunya adalah nasi Padang khas Medan. Menurut saya, bumbu dan rasanya memang agak unik. Sesampainya di penginapan, saya langsung mandi. Setelah itu, saya buru-buru melaksanakan salat jamak Zuhur dan Asar. Waktunya sangat mepet karena sudah mendekati azan Magrib. Malam harinya, saya menyempatkan makan mi kuah di dekat penginapan. Namun, rasanya standar saja seperti mi pada umumnya.

Menemukan alumni yang sukses bekerja di tengah jalanan berdebu ini rupanya jauh lebih enak daripada rintik hujan palsu yang tiba-tiba kembali panas.

0 comments:

Post a Comment